Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar

46 - Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar

 Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar

Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar – Aung San Suu Kyi adalah seorang aktivis prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy (Persatuan Nasional untuk Demokrasi atau NLD). Saat ini, ia menjadi tahanan rumah. Pada 1991, ia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian atas perjuangannya dalam memajukan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer.

Pemimpin partai pemenang pemilu di Myanmar, Aung San Suu Kyi di tahan militer dalam aksi penggerebekan yang berlangsung Senin dini hari (1/2/2021). Penahanan itu terjadi di tengah ketegangan antara pemerintahan sipil dengan militer. Banyak pihak khawatir penahanan akan berujung aksi kudeta.

Perempuan yang sempat di kritik secara luas oleh dunia internasional karena abai terhadap nasib pengungsi etnis Rohingya itu di tahan bersama Presiden Wi Myint. Ada banyak personel militer yang Download IDN Poker di sebar di jalan-jalan di ibu kota Naypyitaw dan kota Yangoon. Selain itu, saluran telepon dan internet di ibu kota juga sudah di putus. Personel militer juga mendatangi rumah menteri koordinator di beberapa wilayah lalu menahan mereka.

1. Aung San Suu Kyi di tahan usai partainya di nyatakan menang pemilu
antarafoto netherland thehague internationalcourt myanmar suukyi 11122019 1576141353 52598 2ac2676e867f23556cfdb044915492e1 - Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar

Suu Kyi di tahan usai partai NLD di nyatakan menang telak dalam pemilu yang di gelar November 2020 lalu. Alhasil, NLD di bolehkan membentuk pemerintahan.

Tetapi, putusan itu di tentang rezim militer di Myanmar. Mereka bersikukuh menyebut pemilu yang di gelar tahun lalu di landasi kecurangan dan penipuan.

Selama puluhan tahun, Myanmar di pimpin rezim militer hingga tahun 2011 lalu.  Suu Kyi pun sempat menjadi tahanan rumah selama puluhan tahun.

Bila tidak di tahan seharusnya parlemen akan bersidang kali pertama pada hari ini. Namun, sejak kemarin, militer di Myanmar meminta agar persidangan itu di tunda.

2. Pemimpin militer di Myanmar menentang hasil pemilu 2020
antarafoto netherland thehague suukyi rohingya 11122019 1576141197 30231 5b0040287e87079069de8a2e709bf2d8 - Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar

Dalam pemilu yang di gelar November 2020 lalu, partai NLD berhasil meraih 83 persen kursi di parlemen. Bagi sebagian orang, kemenangan itu sekaligus merupakan referendum untuk membentuk pemerintahan sipil di bawah partai yang di pimpin oleh Suu Kyi.

Pemilu November 2020 adalah kontestasi demokrasi kedua sejak akhir rezim militer di Myanmar yang terjadi 2011 lalu. Tetapi, pemimpin militer di Myanmar tidak terima dengan hasil pemilu. Mereka mengajukan gugatan terhadap komisi pemilu dan presiden ke Mahkamah Agung.

Kekhawatiran penolakan itu akan berujung kudeta lantaran militer Myanmar sempat mengancam akan mengambil langkah serius bila gugatan penipuan suara di pemilu tidak di tindaklanjuti. Namun, tuduhan telah terjadi kecurangan di tolak mentah-mentah oleh komisi pemilu di Myanmar.

3. Panglima militer di Myanmar bantah sempat mengancam akan lakukan kudeta
123025458 150697976739802 3203486674636042162 o 5842d6e549f3c7b72e71e1c0d5f41109 bc8917961099798404b2f6ec0e037705 - Pemimpin Partai Pemenang Pemilu Ditangkap Militer Myanmar

Sementara, juru bicara militer Myanmar, membantah pimpinan mereka Jenderal Min Aung Hlaing sempat mengancam akan melakukan kudeta. Menurut mereka, media keliru dalam mengartikan pernyataan Jenderal Min pada Rabu pekan lalu.

Laman Indian Express melaporkan pada pekan lalu sempat menyampaikan kepada pejabat senior bahwa konstitusi dapat di cabut bila hukum tidak di tegakkan dengan benar. Kekhawatiran akan terjadinya kudeta seolah menjadi kenyataan ketika militer menyebar kendaraan lapis baja di beberapa jalan di kota besar di Myanmar.

Militer Myanmar yang di kenal “Tatmadaw” mengatakan beberapa organisasi dan media menulis pernyataan Jenderal Min tanpa dasar mengenai militer akan mencabut konstitusi di sana. Menurut mereka, pidato Jenderal Min di sampaikan di luar konteks. Mereka mengklarifikasi yang di maksud oleh Jenderal Min yaitu pengamatannya kepara peserta pelatihan perwira senior mengenai sifat konstitusi.