Presiden Baru Moldova Desak Rusia Tarik Tentara dari Negaranya

46 4 - Presiden Baru Moldova Desak Rusia Tarik Tentara dari Negaranya

Presiden Baru Moldova Desak Rusia Tarik Tentara dari Negaranya

Presiden Baru Moldova Desak Rusia Tarik Tentara dari Negaranya – Maia Sandu adalah politisi  Moldova dan presiden terpilih Moldova. Dia adalah pemimpin Partai Aksi dan Solidaritas (PAS) dan mantan Perdana Menteri Moldova dari 8 Juni 2019 hingga 14 November 2019. Pada 12 November 2019, pemerintahan Sandu jatuh setelah mosi tidak percaya, dengan 63 (deputi dari PSRM dan PDM) dari 101 anggota parlemen telah memberikan suara pada mosi yang diajukan oleh PSRM.

Presiden Moldova yang baru terpilih, Maia Sandu memerintahkan penarikan tentara Rusia yang ada di negaranya. Namun perkataan pemimpin pro Uni Eropa tersebut di tolak oleh pihak Kremlin yang selama ini mengamankan wilayah konflik Transnistria tersebut.

Sebelumnya Maia Sandu telah memenangkan pemilihan umum Moldova yang di gelar awal November lalu. Ia berhasil mengalahkan calon incumbent Igor Dodon yang sudah memimpin sejak empat tahun lalu, di kutip dari APK IDN Poker IOS Reuters.

1. Maia Sandu minta Rusia menarik pasukannya dari wilayah konflik Transnistria 

Sehingga ia menyerukan secara langsung untuk meminta Rusia agar menarik pasukannya yang ada di Moldova. Tentara Rusia yang ada di Moldova selama ini di terjunkan ke negara pecahan Uni Soviet tersebut untuk mengamankan konflik separatis Transnistria.

Sejak terpilih sebagai pemimpin di Moldova, Maia Sandu yang merupakan mantan staff Bank Dunia yang di sebut-sebut memiliki kedekatan dengan Uni Eropa.

Mengutip dari Reuters, akan tetapi meskipun berhasil mengalahkan calon petahana Igor Dodon yang secara terbuka di dukung oleh Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin langsung memberikan ucapan selamat pada Maia Sandu usai memenangkan pilpres.

2. Rusia menolak dengan dalih keamanan di Moldova 
eodgkusw8aeorbo 0e9c921ce7b81c1ea9ebf97fe117c851 - Presiden Baru Moldova Desak Rusia Tarik Tentara dari Negaranya

Atas usulan yang di utarakan oleh Maia Sandu, pihak Kremlin menolak penarikan pasukan penjaga perdamaian Rusia dari Moldova dengan dalih akan menyebabkan situasi semakin tidak stabil. Rusia melalui Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan,

“Hal ini akan menimbulkan ketidakstabilan serius di wilayah tersebut. Kami harap adanya dialog lebih lanjut mengenai permasalahan ini dan tidak adanya tindakan secara tiba-tiba”

Mengutip dari The Moscow Times, selama ini telah ada lebih dari 1000 tentara Rusia yang berjaga dengan amunisi sebesar 20 ribu metrik ton yang ada di wilayah Transnistria.

3. Inginkan keseimbangan dalam memihak Rusia dan Uni Eropa 
maiasandu 123706404 186071426319173 6458207325757971803 n e6f1f9f0c1ad060ca7bb6fdaed3e9d8c - Presiden Baru Moldova Desak Rusia Tarik Tentara dari Negaranya

Maia Sandu yang baru saja terpilih menjadi presiden di Moldova sudah menginginkan adanya keseimbangan di negara pecahan Uni Soviet tersebut dalam memihak Barat dan Rusia. Sehingga ia menginginkan pasukan Rusia (OGRF) di gantikan oleh pengamat sipil di bawah kontrol OSCE. Melansir dari The Moscow Times, ia juga mengatakan apabila,

“Kami adalah negara merdeka yang tidak menginginkan adanya tentara dari luar negeri di dalam teritori kita. Ini bukan hanya sebuah deklarasi melainkan sebuah kebutuhan. Kita akan bekerjasama dengan Rusia selama permasalahan pemindahan persenjataan dan penarikan pasukannya berhasil”

Sebelumnya konflik di Transnistria sudah berlangsung sejak tahun 1990. Satu tahun sebelum pecahnya Uni Soviet dan mendeklarasikan sendiri kemerdekaanya dari Moldova. Setelah takut apabila negaranya bergabung dengan Romania. Teritori tersebut sudah di tinggali oleh sekitar 500 ribu penduduk yang mayoritas berasal dari etnik Rusia. Dan hanya satu per tiga merupakan orang Moldova, di kutip dari Reuters.