Sejarah yang Akan Membuktikan Kebenaran Filosofi Tan Malaka

46 - Sejarah yang Akan Membuktikan Kebenaran Filosofi Tan Malaka

Sejarah yang Akan Membuktikan Kebenaran Filosofi Tan Malaka

Sejarah yang Akan Membuktikan Kebenaran Filosofi Tan Malaka – Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Sutan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, juga pendiri Partai Murba dan merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Raja Adat Keselarasan Bungo Setangkai Suliki Limapuluh Kota, Hengky Novaron Arsil Datuak Tan Malaka menegaskan, konsep dan pemikiran oleh tokoh Tan Malaka akan dibuktikan seiring berjalannya waktu. Menurut Hengky, sosok Tan Malaka dikenal tak hanya dari jasanya sebagai pahlawan nasional, tapi penulis buku ‘Materialisme, Dialektika, Logika (Madilog)’ itu memiliki konsep pemikiran dan filosofi yang cukup relevan.

Biarkan sejarah akan membuktikan relevansi dari konsep aplikasi idn poker mobile pemikiran dan filosofi Tan Malaka. Nasionalisme dan perjuangan Tan Malaka bagi kepentingan bangsa dan negara sudah tidak perlu diragukan lagi, dengan dikeluarkan Keputusan Presiden nomor 53 Tahun 1963 tentang Ibrahim Datuk Tan Malaka sebagai pahlawan nasional. Begitu kata Hengky yang sebagai penerus tahta atau gelar Datuak Tan Malaka ketujuh ini.

1. Bahan renungan bagi generasi muda
img 2035 a377d80d5c065f0fbcb8a46d19a0d8cf - Sejarah yang Akan Membuktikan Kebenaran Filosofi Tan Malaka

Menurut Hengky, konsep dan pemikiran yang di lahirkan Tan Malaka bisa di jadikan bahan renungan bagi generasi muda kita. Rekognisi, pengakuan, dan penghormatan masyarakat terhadap Tan Malaka, akan terus berkembang sejalan dengan semakin banyaknya karya maupun buku-buku yang di tulis kalangan akademisi di dalam dan luar negeri.

Satu hal yang sudah jelas kata Hengky, perjuangan baik fisik maupun non fisik Tan Malaka sudah memberi andil besar kepada kemerdekaan Indonesia. Paling tidak menurutnya, pemikiran Tan Malaka bisa menjadi kontrol sosial dan penyeimbang para tokoh nasional ketika itu.

2. Dari bukunya kita tahu pemikiran dan perjuangan Tan Malaka
tan malaka 3 08ff9cca5cf8b0589e3c651b5fc07718 - Sejarah yang Akan Membuktikan Kebenaran Filosofi Tan Malaka

Meski sempat kesulitan izin terbit dan edar. Namun pemikiran dan perspektif Tan Malaka yang tertuang dalam buku akhirnya bisa menguji seberapa jauh relevansi pemikiran dan perjuangan tokoh tersebut. Khususnya saat perjuangan kemerdekaan Indonesia pada waktu itu.

“Jadi apakah perlu meletakkan Tan Malaka dalam sejarah Indonesia? Bila iya, bagaimana meletakannya dalam konteks sejarah Indonesia itu? Apakah penulisan sejarah formal perjuangan Tan Malaka menjadi konsumsi pendidikan sejarah bagi siswa sekolah menjadi sangat urgent?,” tanya Hengky.

Ia menambahkan, prakarsa pemerintah untuk memfasilitasi penulisan sejarah pahlawan nasional Tan Malaka. Bisa bermanfaat bagi generasi muda, sepanjang tulisan itu objektif. Namun situasi seperti sekarang, proses sejarah penulisan Tan Malaka katanya di serahkan kepada mekanisme pasar.

“Kalau ada kecenderungan dari kalangan akademisi untuk mendukung atau memberikan justification terhadap konsep-konsep pemikiran Tan Malaka. Maka hal itu tidak bisa di salahkan. Kalau kalangan akademisi cenderung sebaliknya. Di mana kalangan akademisi menganggap konsep pemikiran Tan Malaka sudah tidak relevan dengan zaman sekarang. Maka hal itu juga tidak bisa di salahkan,” kata Hengky.

3. Gunakan metode penelitian yang benar

Sebagai pewaris tahta gelar Datuak Tan Malaka. Hengky tak keberatan jika banyak kalangan akademisi yang mengulik sisi sejarah Tan Malaka yang sebenarnya. Namun yang jelas, baginya metode penelitian yang dapat di pertanggungjawabkan. Dan menggunakan data maupun informasi harus bersumber dari yang dapat di percaya.

Hengky mendorong berbagai pihak bergerak melakukan kajian. Menggali dan membuktikan relevansi konsep-konsep pemikiran dan filosofi Tan Malaka.

“Rekognisi, pengakuan, dan penghormatan masyarakat terhadap Tan Malaka. Akan terus berkembang sejalan dengan semakin banyaknya karya-karya yang di temukan. Maupun dari buku yang di tulis kalangan akademisi di dalam dan luar negeri,” tutup Hengky.