Terkait Konflik Etnis Membuat Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata

47 - Terkait Konflik Etnis Membuat Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata

Terkait Konflik Etnis Membuat Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata

Terkait Konflik Etnis Membuat Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata – Konflik etnis atau perang etnis  adalah sebuah konflik bersenjata antar kelompok etnis. Konflik tersebut kontras dengan perang saudara di mana hanya sebuah negara atau kelompok etnis tunggal yang bertarung satu sama lain dan peperangan reguler di mana dua negara berdaulat atau lebih (baik yang merupakan atau bukan merupakan negara kebangsaan) berkonflik.

Pada hari Rabu, 23 Desember 2020 dari mulai malam hingga menjelang fajar, ratusan warga di desa Bekoji, kabupaten Bulen, zona Metekel di laporkan meninggal dunia. Sebuah kelompok bersenjata menyerang desa-desa dan membunuh penduduknya. Setidaknya ada 102 jenazah yang di temukan. Sebagian besar di antaranya meninggal dengan luka tembak. Serangan kelompok bersenjata itu, di sinyalir memiliki motif etnis. Sehari sebelumnya, pada hari Selasa, PM Ethiopia Abiy Ahmed, bersama dengan jajaran pejabat senior melakukan kunjungan ke Metekel.

Dalam kunjungannya, Abiy Ahmed menegaskan akan melakukan daftar sbobet bola tindakan tegas kepada orang-orang yang telah melakukan serangan pada November lalu. Setelah kunjungan Abiy Ahmed dari Metekel, kelompok bersenjata justru menyerang penduduk desa, membakar rumah dan ladang mereka. Ratusan orang yang meninggal dan puluhan lain yang terluka, di rawat di tempat pelayanan medis terdekat. Beberapa korban terluka yang selamat mengaku mengenal para penyerangnya.

1. Personel militer Ethiopia di kerahkan untuk mengejar kelompok bersenjata
1608786777590 2d588b538864a3b2a1a0b557d321694d 4bc3d895a716e781563aff48944f5ece - Terkait Konflik Etnis Membuat Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata

Penduduk Ethiopia sekitar 109 juta orang. Negara ini menjadi negara terpadat kedua di Afrika. Penduduknya terdiri lebih dari 80 etnis. Karena itu, Ethiopia selalu memiliki persoalan, khususnya konflik antar etnis yang berkelanjutan. Ketika Abiy Ahmed menjadi Perdana Menteri, dia sudah berusaha melakukan reformasi politik untuk mempersatukan Ethiopia, akan tetapi konflik-konflik masih sering terjadi.

Serangan kelompok bersenjata di zona Metekel, region Benishangul-Gumuz yang menyebabkan ratusan orang meninggal, di sinyalir kuat karena konflik etnis. Menanggapi insiden tersebut, Abiy Ahmed, melansir dari laman BBC, menulis melalui sosial media miliknya “keinginan musuh untuk memecah belah Ethiopia berdasarkan etnis dan agama masih ada. Keinginan itu tidak akan terpenuhi”, tulisnya menandaskan (24/12).

Sebagai Perdana Menteri, Abiy selanjutnya bertindak dengan cepat untuk mengatasi konflik dan mengirim militernya untuk mengejar kelompok bersenjata, sesuai dengan penyelidikan yang telah di lakukan. Melansir dari laman Al Jazeera, Abiy Ahmed mengatakan “pemerintah, untuk memecahkan akar penyebab masalah, telah mengerahkan kekuatan yang di perlukan” (24/12).

Dalam penyergapan ini, militer Ethiopia terlibat baku tembak. Setidaknya 42 orang dari kelompok bersenjata tewas dan banyak lainnya di tangkap.

2. Konflik yang terpisah dari operasi militer di Tigray
1605086494063 87b77dca913b9f480290d03c13427ec4 - Terkait Konflik Etnis Membuat Militer Ethiopia Sergap Kelompok Bersenjata

Pembunuhan terhadap ratusan penduduk desa Bekoji di region Benishangul-Gumuz, adalah konflik berbeda dengan agenda operasi militer federal di wilayah Tigray. Benishangul-Gumuz berada di sebelah barat Ethiopia sedangkan Tigray berada di wilayah utara. Penguasa regional di wilayan insiden terbaru adalah Benishangul-Gumuz Prosperity Party.

Informasi yang berkembang, penduduk yang diserang oleh komplotan bersenjata terdiri dari etnis Amhara, Oromia, dan Shinasa. Melansir dari Associated Press, kepala partai politik Gerakan Nasional Amhara, Belete Molla, mengatakan jumlah korban di perkirakan diatas 200 orang (23/12). Namun sejauh ini jenazah yang di temukan sekitar 102 orang. Korban lainnya masih dicari.

Dari lima korban selamat yang berhasil di temui oleh pihak Amnesty Internasional, mereka bercerita bahwa komplotan bersenjata menyerang dengan membakar rumah, menikam serta menembaki penduduk. Etnis Amhara yang jadi salah satu korban, adalah etnis dengan jumlah terbanyak kedua di Ethiopia. Penyerangan oleh komplotan di Benishangul-Gumuz, di anggap sebagai sebuah tragedi mengerikan dan mematikan dalam beberapa konflik yang melibatkan kelompok antar etnis di Ethiopia.

3. Pejabat senior pemerintah federal Benishangul-Gumuz ditangkap

Personel militer yang dikirim Abiy Ahmed untuk mengejar komplotan bersenjata, dan penyergapannya menewaskan 42 orang dari komplotan tersebut, tidak di jelaskan rinci kapan penyergapan itu berlangsung. Dalam operasi penyergapan, senjata tajam juga berhasil di sita seperti busur, anak panah dan senjata lainnya.

Melansir dari kantor berita Reuters, beberapa pejabat senior pemerintahah federal wilayah Benishangul-Gumuz telah ditangkap (24/12). Lima pejabat senior dan seorang menteri pemerintahan federal yang di tangkap sehubungan dengan keamanan di Benishangul-Gumuz.

Pasukan keamanan sebenarya telah di kirim ke Benishangul-Gumuz, wilayah yang berbatasan dengan Sudan tersebut pada hari Selasa. Namun pasukan kemudian di tarik atau pergi lagi sehingga terjadi kekosongan pengamanan. Pada hari Rabu malam sampai fajar, peristiwa tragis pembantaian itu kemudian terjadi.

Kelompok Hak Asasi Manusia, dalam keterangan yang di lansir dari Africa News menjelaskan, peristiwa tragis tidak hanya memakan korban ratusan nyawa tetapi juga kerugian lainnya. Rumah-rumah penduduk dan tanaman menjadi sasaran pembakaran, yang menurut salah satu korban selamat mengatakan telah melihat setidaknya 18 kebakaran.