5 Fakta Operasi Militer Yang Menewaskan Pemimpin ISIS

5 Fakta Operasi Militer Yang Menewaskan Pemimpin ISIS

5 Fakta Operasi Militer Yang Menewaskan Pemimpin ISIS

5 Fakta Operasi Militer Yang Menewaskan Pemimpin ISIS – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memastikan bahwa operasi militer di Idlib, Suriah bagian Utara berhasil menewaskan pemimpin kelompok teroris Islamic State Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi.

Sejak mendeklarasikan berdirinya ISIS pada 2014, Baghdadi menjadi orang paling dicari di dunia. Bahkan, harga kepalanya setara dengan Rp350 miliar. Operasi militer yang berlangsung akhir pekan itu menjadi salah satu torehan emas di tengah kontroversi kepemimpinan Trump.

Dilansir https://onlinetradingsouthafrica.comBerikut 5 fakta operasi militer penyerbuan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, Yuk simak

1. Dikejar di terowongan buntu dan akhirnya bunuh diri 

Melalui konferensi pers yang digelar di Gedung Putih, Trump menceritakan detik-detik kematian pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi. Pemilik nama asli Ibrahim Awad Ibrahim Ali al-Badri al-Samarrai itu dilaporkan meledakkan diri dengan bom yang terpasang di rompinya setelah terpojok di terowongan buntu.

Bahkan, menurut Trump, Baghdadi meringis kesakitan di tengah upayanya melarikan diri. “Baghdadi menangis dan menjerit sepanjang jalan. Saat-saat terakhirnya dalam ketakutan dan panik. Dia takut akan pasukan Amerika,” ungkap Trump.

2. Tewas bersama istri dan anaknya 

Operasi militer tersebut berhasil mengamankan dua milisi ISIS dan menyelamatkan 11 anak dalam tahanan.

Tidak ada korban tewas dari pasukan Amerika. Sementara dari komplotan Baghdadi, kedua istrinya tewas akibat kontak senjata. Baghdadi sendiri tewas bersama tiga anaknya dengan bom bunuh diri yang diikatkan di rompi.

3. Ada peran anjing dalam pengejaran Baghdadi 

Baghdadi tentu sudah biasa tersembunyi dalam berbagai operasi pengejaran. Namun, dalam operasi kali ini, teroris nomor satu di dunia itu gagal bersembunyi karena terus dikejar oleh anjing K-9 berjenis Belgian Malinois. Sayangnya, anjing itu harus menderita luka akibat bom bunuh diri Baghdadi.

Trump membagikan foto anjing tersebut di media sosialnya. Hanya saja identitas, seperti nama anjing tersebut dirahasiakan. Berdasarkan keterangan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, kondisi anjing tersebut terus membaik.

“Pekerjaan hebat yang telah dilakukan (anjing ini) menangkap dan membunuh pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi,” cuit Trump dalam Twitternya.

4. Mendapat bantuan dari pasukan Kurdi 

Salah seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri AS, sebagaimana dilansir CNN, menyampaikan bila peran Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) sangat penting. Untuk diketahui, terungkapnya posisi Baghdadi tidak lepas dari informasi yang diberikan oleh SDF. Hubungan dekat antara AS dengan Jenderal SDF, Mazloum Abdi, menjadi kunci pentingnya.

“Dia dan orang-orangnya serta sumber intelijennya memainkan peran penting dalam (operasi) ini semua. Itu sangat-sangat penting. Tidak ada yang merendahkan bagaimana SDF berperan dalam operasi ini,”

5. Jenazah pemimpin ISIS dibuang ke laut 

Setelah hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa DNA dan biometri Baghdadi cocok, sebagaimana penuturan Milley, jasad yang bersangkutan diurus berdasarkan hukum perang. Salah satu sumber di Pentagon, seperti dikutip dari AFP, menyampaikan bila jasad Baghdadi dibuang ke laut. Tapi tidak diketahui pasti, kapan dan di mana jenazah tersebut dibuang.