Akan Jual Ribuan Bom Berpemandu

Akan Jual Ribuan Bom Berpemandu

Trump Disebut Akan Jual Ribuan Bom Berpemandu ke Arab Saudi

Trump Disebut Akan Jual Ribuan Bom Berpemandu ke Arab Saudi – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berencana menjual serangkaian senjata lagi ke Arab Saudi.

“Itulah sebabnya saya mempermasalahkan bahwa Kemlu AS sekali lagi menolak menjelaskan urgensi menjual ribuan bom lagi ke Arab Saudi di atas ribuan bom yang belum dikirim ‘darurat’ tahun lalu,” katanya menambahkan.

Menendez meminta Kongres untuk memblokir rencana penjualan senjata baru ini. Menendez menuturkan Trump ingin memastikan penjualan senjata tersebut meski detailnya belum diumumkan kepada publik.

Ia menuturkan Poker Indonesia 99 berupaya membujuk Saudi untuk membeli senjata AS meski negara kerajaan itu “tampaknya ingin keluar dari kegagalan mereka dalam perang di Yaman.”

Dalam pidatonya di sidang pleno Kongres Parlemen China ke-13 di Beijing, Xi mengatakan kesiagaan pertahanan itu dilakukan untuk mengamankan kedaulatan dan keamanan negara dalam menghadapi berbagai situasi yang kompleks saat ini.

Menurut laporan kantor berita pemerintah China, Xinhua, Xi juga memerintahkan peningkatan inovasi dalam pengembangan ilmu pertahanan nasional dan pelatihan personel militer profesional berkaliber tinggi.

“Dapat dikatakan bahwa dunia saat ini sedang tidak damai. Keamanan dalam negeri China dan kepentingan luar negeri China juga menghadapi beberapa ancaman nyata sehingga kenaikan bujet pertahanan secara moderat dan mantap ini adalah langkah masuk akal dan penting,” kata Wu.

Presiden China Xi Jinping memutuskan menaikkan anggaran

Rencana ini berlangsung setahun setelah Trump berkeras melanjutkan kontrak penjualan senjata kontroversial senilai US$8,1 miliar dengan Saudi meski muncul penolakan dari Kongres. Upaya itu, paparnya, ditolak Kongres setelah pembunuhan misterius seorang jurnalis Saudi pengkritik Pangeran MbS, Jamal Khashoggi.

Badan intelijen AS menyimpulkan bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh MbS. Menendez menganggap MbS merupakan “orang Arab yang berpikir dapat membantai para pengkritiknya tanpa konsekuensi.” Kongres memang memblokir penjualan senjata AS ke Saudi tahun lalu. Namun, pemerintahan Trump tidak tinggal diam.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta “prosedur darurat” yang tidak jelas untuk memuluskan jalannya kontrak penjualan senjata itu. Hal itu juga diperkuat oleh Kementerian Pertahanan China. Menurut jubir Kemhan China, Wu Qian, kenaikan anggaran tersebut sangat dibutuhkan negara saat ini.

Presiden China Xi Jinping memutuskan menaikkan anggaran pertahanan negara sebesar 6,6 persen pada pekan lalu di tengah serangan pandemi virus corona yang terus merongrong perekonomian global, tak terkecuali Tiongkok.

Menendez, anggota Komite Hubungan Luar Negeri di Senat, mengatakan pemerintahan Trump sebelumnya juga berencana menjual berbagai senjata ke Saudi dan sekutunya, Uni Emirat Arab.

Dengan kenaikan itu, anggaran pertahanan China meningkat menjadi 1.268 triliun yuan atau Rp2.628 triliun. “Hari ini, setahun kemudian, masih belum ada pembenaran bagi AS untuk menjual bom ke Arab Saudi.” ujar Menendez seperti dilansir AFP.

Sejumlah pihak menuturkan keputusan Xi tersebut mencerminkan bahwa China mencium ancaman keamanan yang bertambah di tengah ketegangan Negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat-sang rival utama-yang kian meruncing.

“Pemerintah AS saat ini berupaya menjual ribuan bom berpemandu presisi kepada ‘teman presiden’, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS),” kata seorang senator Partai Demokrat dari New Jersey, Bob Menendez, dalam artikel kolomnya yang terbit di Google.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *