Alasan WHO Sebut Amerika Latin Sebagai Pusat Baru COVID-19

Alasan WHO Sebut Amerika Latin Sebagai Pusat Baru COVID-19

Amerika Latin Sebagai Pusat Baru COVID-19

Amerika Latin Sebagai Pusat Baru COVID-19 – Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada Senin lalu menyetakan Amerika Latin akan menjadi pusat terbaru dari pandemi Virus Corona, karena angka kematian harian di kawasan itu kini melebihi angka kematian di Amerika Serikat dan Eropa.

Baca juga : Ancaman Bagi Rusia dan China, Latihan Pesawat Pengebom B-1 AS

WHO mengatakan terdapat hampir 938 ribu kasus terkait Corona COVID-19 di seluruh Amerika Latin dan Kepulauan Karibia dan hampir 50 ribu kematian per hari.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (3/6/2020) Brasil, Chile dan Ekuador memimpin Amerika Tengah dan Selatan dengan kasus terbanyak.

Pemerintah Amerika Seritkat melaporkan, COVID-19 telah menewaskan sekitar 26 ribu penghuni panti jompo di negara itu.

Jumlah itu hampir seperempat dari semua kematian di negara itu akibat penyakit idn poker android tersebut. Sekitar 450 anggota staf panti jompo juga meninggal akibat COVID-19.

Dampak COVID-19 mematikan bagi lansia karena banyak dari mereka sudah mengidap penyakit lain. Menurut beberapa pakar, jumlah kasus Corona COVID-19 di panti jompo mungkin tidak dihitung semua karena sebagian kematian mungkin akibat penyebab lain.

Pejabat federal merekomendasikan satu kali tes bagi semua penghuni panti jompo dan staf dan tes lanjutan setiap minggu.

Protes di Chile

Warga Chile turun ke jalan-jalan di pinggiran Santiago, untuk mendesak pemerintah agar memberi bantuan bagi keluarga yang membutuhkan, termasuk makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Penduduk permukiman informal kelompok ’17 Mei’ menyatakan kerugian ekonomi akibat pandemi menghantam keras kehidupan mereka sehingga memberi makan keluarga menjadi sebuah tantangan.

“Terjadi kekurangan makanan juga banyak pengangguran, warga yang tinggal di permukiman ini adalah mereka yang bekerja dari hari ke hari,” kata penduduk lokal, Pamela. Untuk mendapatkan makanan, para penghuni permukiman tersebut menyiapkan dapur umum.

Orang-orang memukuli panci-panci sambil berseru lantang agar permintaan mereka mendapat perhatian.

Chile memiliki jumlah infeksi virus corona tertinggi ketiga di wilayah tersebut, setelah Brasil dan Peru.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *