AS Kembali Menuduh China dengan kematian George Floyd, Propaganda Partai Komunis

AS Kembali Menuduh China dengan kematian George Floyd, Propaganda Partai Komunis

AS Kembali Menuduh China

AS Kembali Menuduh China – Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu memuding China memanfaatkan kerusuhan yang dipicu oleh kematian dari George Floyd dalam penangkapan polisi untuk menjustifikasi bantahan terkait persoalan HAM di China.

Baca juga : Jerman Jinakkan Bom Era Perang Dunia II, Seberat 500 Kilogram

“Seperti halnya kediktatoran sepanjang sejarah, tidak ada kebohongan yang terlalu kotor asalkan nafsu untuk berkuasa,” ujar Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompoe dalam sebuah pernyataan, merujuk kepada Partai Komunis China.

Tuduhan Propaganda

“Propaganda konyol ini seharusnya tidak membodohi siapa pun,” lanjutnya, dikutip dari The Straits Times, Senin (8/6).

China berulang kali daftar sbobet88 mengkritik AS terkait kasus Floyd seperti yang disebut Pompeo.

Beijing geram oleh kritik dari sejumlah negara Barat, terutama Washington, atas penanganan protes pro-demokrasi yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

Ketika kerusuhan meletus di seluruh AS karena ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi setelah Floyd, juru bicara pemerintah China dan media resmi melancarkan kritik terhadap pihak berwenang AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada 1 Juni mengomentari demo anti-rasisme di AS, menuding AS munafik dan menyebut rasisme merupakan penyakit kronis masyarakat Amerika

Zhao juga mengatakan, tindakan polisi yang menyebabkan Floyd meninggal dunia adalah
“contoh buku teks dari standar ganda yang terkenal di dunia.”

“Mengapa AS mementingkan apa yang disebut kemerdekaan Hong Kong dan unsur-unsur kekerasan sebagai pahlawan dan aktivis, sambil menyebut orang-orang yang memprotes rasisme ‘perusuh’?” kata Zhao.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, Pompeo mengatakan Beijing dalam beberapa hari terakhir telah menunjukkan “penghinaan terus-menerus untuk kebenaran dan cemoohan terhadap hukum.”

“Upaya propaganda CCP (Partai Komunis China) – yang berusaha untuk mengacaukan tindakan AS setelah kematian George Floyd. Pengabaian CCP terhadap hak asasi manusia dan kebebasan – harus dilihat bahwa yang curang itu mereka,” kata Pompeo.

Pernyataannya terlontar saat hubungan AS-China berada pada titik terendah, setelah Presiden AS. Donald Trump dengan keras mengkritik Beijing karena penanganannya terhadap pandemi virus corona.

Sumber : merdeka.com