Atasi Krisis Corona, Jerman Siapkan Personil Militer Cadangan

Jerman Siapkan Personil Militer Cadangan

Militer Jerman siapkan personil militer cadangan saat ini dalam operasi jangka panjang di dalam negeri untuk memerangi penyebaran virus corona. Tenaga medis telah banyak dikerahkan, dan tentara dapat sewaktu-waktu ditugaskan untuk menjaga ketertiban umum.

Dimana menteri pertahanan Jerman Annegrret Kramp-Karrenbauer berencana dalam mengerahkan pasukan cadangan yang mereka miliki untuk menambah layanan militer jerman, Bundeswehr. Hal ini berguna untuk membantu menangani wabah virus corona dalam negeri Jerman tersebut.

Baca Juga: Cerita di Balik 3 Anggota TNI Turut Jadi Korban Ledakan Pom Mini

“Semua masyarakat perlu menyadari bahwa pertandingan melawan virus ini bersifat maraton,” ujar Kramp-Karrenbauer pada konferensi pers yang ditayangkan di stasiun TV Phoenix. “Dan pada akhirnya itu akan memanfaatkan berbagai kemampuan yang tersedia, dan terutama akan menjadi tugas bagi Bundeswehr.”

“Dalam masa-masa sulit ini, warga dapat mengandalkan Bundeswehr mereka,” tambahnya. Militer Jerman memang telah dikerahkan pada berbagai misi untuk membantu menangani krisis saat ini: pesawat militer telah digunakan untuk menerbangkan warga negara Jerman dari Cina. Tentara juga telah membantu mendirikan sejumlah fasilitas karantina di Jerman untuk melawan virus ini.

Jerman saat ini memiliki sekitar 180.000 tentara, ditambah 120.000 tentara cadangan yang dikerahkan secara suka rela (Tanpa pamrih). Sehingga jerman siapkan personil militer cadangan siap tempur.

Inspektur Jenderal Eberhard Zorn, tentara berperingkat tertinggi di Jerman yang juga memberikan konferensi pers bersama Kramp-Karrenbauer, mengatakan banyak tentara suka rela yang perlu mendapatkan izin dari perusahaan tempat mereka bekerja sebelum bisa bergabung.

Jerman Siapkan Personil Militer Cadangan Dan Berikan Bantuan Medis

Kramp-Karrenbauer bilang bahwa pekerjaan militer selama krisis ini terutama mencakup penyediaan peralatan medis, pengamanan infrastruktur, dan jika perlu, melakukan penjagaan ketertiban umum. Kramp-Karrenbauer mengatakan bahwa tentara sudah menerima sekitar 50 permintaan dari pihak berwenang untuk memberikan bantuan peralatan, terutama tempat tidur darurat.

Sekitar 2.336 tentara cadangan telah mendapat panggilan untuk membantu tugas-tugas medis, Kramp-Karrenbauer mengatakan, sekitar 1.000 di antara mereka telah siap ditugaskan. Sementara sekitar 28.000 tentara cadangan juga siap dikerahkan untuk melakukan tugas-tugas yang telah dilatih secara khusus.

“Layanan mengobati kami telah menerapkan langkah-langkah yang sudah kami pertimbangkan untuk mengatasi situasi ini,” tambah Kramp-Karrenbauer. “Itu termasuk penyediaan 1.200 fasilitas perawatan isolasi di barak pusat-pusat perawatan medis.” Militer Jerman memiliki sekitar 3.000 dokter, serta lima rumah sakit militer, di mana kapasitas isolasi telah ditingkatkan, dan dua pertiga pasien biasanya adalah warga sipil.

Tentara Jerman juga telah persiapkan bantuan makanan dan air untuk dibagikan kepada supir truk yang terjebak di perbatasan akibat krisis corona di Eropa.

Setelah konferesi pers tersebut, wartawan Jerman yang juga master militer, Thomas Wiegold, mengatakan: “Dia (Kramp-Karrenbauer) menekankan bahwa layanan medis Bundeswehr. Hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan sistem perawatan kesehatan di Jerman,” katanya kepada DW. “Ini bukan seperti ibarat ada gangguan besar pada sistem perawatan kesehatan sipil, dan hanya bisa digantikan oleh militer.”

Perlukah Jerman Berlakukan Status Darurat (Siaga)?

Pemerintah Jerman mengatakan bahwa Bundeswehr hanya dapat dikerahkan sebagai pasukan keamanan di dalam negeri. Ketika negara telah dinyatakan dalam keadaan darurat. Keadaan ini pernah menyebabkan masalah hukum di negara bagian Thuringen, di mana otoritas negara bagian meminta bantuan Bundeswehr untuk bertugas di rumah pencari suaka yang telah dikarantina.

Krisis corona telah menimbulkan spekulasi bahwa pemerintah akan memberlakukan keadaan darurat untuk pertama kalinya bagi seluruh Jerman sejak Perang Dunia II. Terkait situasi saat ini, pemerintah Jerman bahkan mungkin tidak perlu menerapkan status keadaan darurat, karena sudah menggunakan wewenang yang diamanatkan oleh “Undang-Undang Perlindungan Infeksi” tahun 2001.

Status ini memberikan kekuatan bagi pemerintah untuk membatasi beberapa kebebasan. Hal ini diamanatkan konstitusi selama adanya wabah: seperti kebebasan bergerak, berkumpul, dan hak untuk tetap tinggal di dalam rumah. Namun jika negara dianggap masih memerlukan kekuatan yang lebih besar untuk mengatasi situasi, keadaan darurat dapat diimplementasikan.

Lalu Apa Itu Status Darurat Di jerman?

Tujuan utama memberikan status darurat negara adalah mengamankan kemampuan pemerintah untuk bertindak dalam situasi krisis. Ini berarti perluasan kekuasaan eksekutif dan pembatasan kekuasaan parlemen.

Jadi jika anggota parlemen tidak dapat bersidang, dapat diringkas hingga menjadi hanya 48 legislator: dua pertiga dari anggota majelis rendah, Bundestag, dan sepertiga dari majelis tinggi, Bundesrat.

Status keadaan darurat diatur dalam Undang-Undang Darurat Jerman, dan disahkan pada tahun 1968 setelah perdebatan panjang. Sebagian perdebatan didorong oleh ingatan rezim Nazi yang bisa berkuasa karena dibantu oleh langkah-langkah darurat yang diberlakukan di Republik Weimar.

UU tahun 1968 ini mendefinisikan rencana yang berbeda untuk empat keadaan darurat yang berbeda: keadaan pertahanan (serangan militer), keadaan ketegangan (tahap peralihan sebelum terjadinya keadaan pertahanan), keadaan darurat internal (didefinisikan sebagai ancaman terhadap tatanan demokrasi mendasar), dan bencana alam.

Itulah tadi berita terbaru dan update virus corona. Dimana tentara jerman kerahkan personil cadangan dalam mengatasi krisis virus corona. Semoga dengan artikel diatas bisa membuat kehati-hatian anda semakin besar, karena virus ini tidak bisa dianggap remeh.

Sumber: DW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *