Belati Militer Paling Mematikan di Dunia

Belati Militer Paling Mematikan di Dunia

Belati Militer Paling Mematikan di Dunia

Belati Militer Paling Mematikan di Dunia – Keberadaan pisau bagi para tentara mungkin hanya sebagai alat pelengkap, namun ia tak bisa tidak ada. Peluru boleh habis, senapan boleh dirampas, tapi pisau sebisa mungkin harus selalu ada di pinggang.

Pernah mendengar kata-kata tersebut? Di peperangan modern, memang perkembangan senjata tembak seperti senapan dan pistol adalah yang paling diutamakan. Daya serangnya paling efektif untuk segera mengakhiri nyawa musuh. Namun, bagaimana jika keadaannya jadi 1-v-1?

Tentu saja belati adalah senjata yang amat berguna. Malah, belati adalah salah satu senjata tertua yang telah dipakai oleh umat manusia sejak zaman dulu, jauh sebelum senapan dan pistol ditemukan. Tertarik? Kalau iya, inilah belati militer yang paling efektif dari daya serang dan kegunaannya.

Eickhorn KM 4000 Advanced Combat Knife

Tidak main-main, Eickhorn KM 4000 Advanced Combat Knife (ACK) diproduksi oleh perusahaan Eickhorn Solingen untuk memasok persediaan belati untuk angkatan bersenjata Jerman. KM 4000 dianggap sudah memenuhi standar Mil dan NATO.

Benar-benar dibuat untuk militer, KM 4000 dilengkapi dengan pemutus kabel, gergaji universal, hingga pembuka botol (untuk perayaan setelah perang mungkin). Sarung KM 4000 juga memiliki memiliki pemotong kawat yang dapat disesuaikan, pengasah belati dari safir, lanyard, dan lubang drainase.

KM 4000 dapat diputar, dan demi mobilitas, menyediakan lubang pengikat untuk diikatkan di pinggang, rompi tempur, atau pada Modular Lightweight Load-carrying Equipment (MOLLE).

Secara keseluruhan, panjang KM4000 adalah 355 mm dengan mata belati setebal 3,6 mm dan sepanjang 175 mm. Berat KM 4000 dan sarungnya adalah 230 gram dan 210 gram masing-masing, sehingga jika disarungkan, beratnya menjadi 440 gram.

Masa di mana Senapan Sama Sekali Takkan Bisa dipakai dan Harus  Menggunakan Pisau

Gerber LHR Combat Knife

Belati yang satu ini satu rumah dengan Gerber Mk. II. Iya, LHR adalah belati yang dirancang oleh Gerber khusus untuk personel militer yang sering terjebak dalam situasi pertarungan jarak dekat. Gerber mengajak dua perancang belati yang telah memenangkan berbagai penghargaan, William W. Harshey, Matt Larsen, dan Chris Reeve, untuk membuat belati LHR.

Diproduksi di Amerika Serikat, LHR memiliki panjang keseluruhan 12,5 inci dengan mata belati sepanjang 6,86 inci. Gagang LHR dibuat dengan teknologi TacHide sehingga memastikan genggaman tetap erat, bahkan di kondisi berair sekalipun. Sarung LHR juga dilengkapi dengan fitur quick-release dan safety release demi mobilitas dan keamanan.

Gerber Mk. II

Belati Gerber Mark II adalah belati militer yang digunakan dari tahun 1967 hingga 2000. Sempat terhenti selama dua tahun, pada tahun 2002, Gerber Mk. II kembali lagi tetapi dengan jumlah terbatas, hanya 1.500 belati saja. Hiatus selama enam tahun, pabrik produksi Gerber Mk. II diaktifkan kembali pada Juli 2008.

Gerber Mk. II dirancang oleh veteran Kapten Angkatan Bersenjata AS, Bud Holzman, dan diproduksi oleh Gerber Legendary Blades. Saat mendesainnya, Holzman terinspirasi oleh belati Romawi, Mainz Gladius.

Hingga tahun 1970, Gerber Mk. II dianggap sebagai belati perang, tetapi pangkalan militer berhenti menjual belati ini untuk umum.

Kepala perancang di Gerber saat itu, Alfred Clark “Al” Mar, menambahkan gerigi di dekat gagang. Sejak saat itu, Gerber memasarkan Gerber Mk. II sebagai “bantuan bertahan hidup”, sehingga menarik minat para komandan militer. Alhasil, Gerber Mk. II dijual sebagai pisau “bertahan hidup” daripada belati militer.

Gerber Mk. II memiliki panjang keseluruhan 12 inci dengan mata belati sepanjang 6,75 inci dan dua gerigi pada kedua sisinya. Belati ini digunakan pada oleh tentara Amerika saat Perang Vietnam. Saat kamu menonton “Captain America: The Winter Soldier” , Gerber Mk. II digunakan oleh Winter Soldier saat bertarung dengan Captain America.

Itulah belati-belati militer paling mematikan di dunia. Apapun pilihanmu, jangan disalahgunakan, ya!