Berikut Daftar Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern

Berikut Daftar Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern

Berikut Daftar Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern – Militer adalah angkatan bersenjata dari suatu negara dan segala sesuatu yang berhubungan dengan angkatan bersenjata. Padanan kata lainnya adalah tentara atau angkatan bersenjata. Militer biasanya terdiri atas para prajurit atau serdadu. Kata lain yang sangat erat dengan militer adalah militerisme, yang artinya kurang lebih perilaku tegas, kaku, agresif dan otoriter “seperti militer”. Padahal pelakunya bisa saja seorang pemimpin sipil.

Karena lingkungan tugasnya terutama di medan perang, militer memang dilatih dan dituntut untuk bersikap tegas dan disiplin. Dalam kehidupan militer memang dituntut adanya hierarki yang jelas dan para atasan harus mampu bertindak tegas dan berani karena yang dipimpin adalah pasukan bersenjata. Sepanjang sejarah, tuntutan yang tinggi kepada para komandan perang untuk menemukan strategi yang efektif justru melahirkan banyak keputusan kontroversial.

Seringkali, mereka melakukan kesalahan karena mendapatkan informasi yang salah atau, lebih parahnya lagi, salah dalam membaca situasi dan kondisi di lapangan. Dalam urutan kronologis, artikel ini akan membahas aplikasi idn poker keputusan militer paling buruk yang pernah dibuat dalam sejarah modern.

1. Menyerang Rusia – Napoleon Bonaparte (Juni 1812) 
Gagal Total! Ini 6 Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern 

Patut diketahui kalau sebelum melakukan blunder ini, Napoleon tidak mengenal apapun selain kemenangan dalam karier militernya. Pada saat itu, dia telah menaklukkan hampir separuh wilayah Eropa di bawah kepemimpinannya. Kita semua tahu bagaimana hasil akhirnya, di mana invasi ini menjadi salah satu keputusan terburuk dalam sejarah militer.

Untuk melancarkan invasinya, Napoleon membawa pasukannya, Grande Armée. Melansir dari History, para sejarawan berpendapat kalau sekitar 450.000 sampai 650.000 Grande Armée berhasil menyeberangi Sungai Niemen dan melawan sekitar 200.000 tentara Rusia.

Sayangnya, pasukan Rusia mundur ke sisi lain dari wilayah mereka yang sangat luas dan mulai membakar semua kota penting yang ditinggalkan, termasuk Moscow. Merasa kesal karena tidak bisa menggerakkan tentaranya lebih jauh dari kota Moscow, Napoleon pun menyuruh Grande Armée berbalik dan bersiap untuk kembali pulang.

Namun, di saat mereka sudah bersiap untuk pulang, Grande Armée diserang secara bertahap oleh unit kecil dari tentara Rusia yang terus mobile. Bencana kelaparan pun terjadi karena jalur suplai mereka diputus, dan semakin diperparah dengan musim dingin yang brutal. Pada saat itu, hanya sepertiga dari Grande Armée yang berhasil “selamat” dari wilayah Rusia.

2. Tidak menghabisi pasukan Konfederasi – Jenderal George Meade (Juli 1863) 
Gagal Total! Ini 6 Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern 

Di tengah Pertempuran Gettysburg (1863), Jenderal George Meade dari Union berhasil memukul mundur pasukan Konfederasi di bawah pimpinan Jenderal Robert E. Lee. Pada saat itu, tentara Potomac — pasukan utama Union — memiliki kesempatan emas untuk menghabisi pasukan Lee dalam satu serangan.

Sebagaimana dijelaskan dalam History, mereka semua tinggal menunggu Jenderal Meade untuk memberikan perintah. Namun tanpa alasan yang jelas, Meade enggan mengikuti dan menghancurkan pasukan Lee. Sebaliknya, ia malah mengumpulkan pasukannya dan terus menunggu.

Tidak ada yang tahu pasti apa sebenarnya yang sedang ia tunggu. Namun ketika Presiden Lincoln mengetahui hal ini, ia langsung marah besar. Sikap ragu dari Meade pun membuat Jenderal Ulysses S. Grant dipanggil dari wilayah timur untuk menggantikannya sebagai komandan Potomac sampai Perang Sipil Amerika berakhir.

3. Menyerang Gallipoli – Winston Churchill (April 1915) 
Gagal Total! Ini 6 Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern 

Pada awal tahun 1915, Perang Dunia I berhenti sejenak karena tidak ada satu pun pihak yang membuat kemajuan. Perang ini pun berubah menjadi bunuh diri massal ketika para tentara mulai menyerbu “tanah tak bertuan” secara membabi buta. Selain itu, Rusia yang bertarung di Front Timur Eropa mulai melemah karena Jerman memotong jalur suplai mereka.

Di tengah kebuntuan ini, Winston Churchill, yang saat itu menjadi Lord of the Admiralty, mengusulkan agar front ketiga dibuka di wilayah Mediterania. Menurut Churchill, tentara Sekutu harus melakukan serangan frontal ke jantung Kekaisaran Ottoman lewat Selat Dardanella.

Lebih lanjut, Churchill berpendapat kalau serangan ini akan membuka jalur “air hangat” untuk Rusia dan secara efektif akan mengubah kondisi parit di Front Barat Eropa. Melansir dari Britannica, ia pun memulai Kampanye Gallipoli dari 25 April 1915 hingga 9 Januari 1916.

Singkatnya, kampanye ini berfokus pada serangan amfibi yang di pimpin oleh Inggris dan Prancis ke arah semenanjung Gallipoli untuk merebut ibu kota Ottoman, Istanbul. Namun, rencana ini justru menjadi malapetaka dan menjatuhkan banyak korban di kedua sisi. Karena bencana militer ini, Churchill di pecat dari posisinya sebagai Lord of the Admiralty.

4. Operasi Barbarossa atau invasi Nazi ke Uni Soviet – Adolf Hitler (September 1941)    
Gagal Total! Ini 6 Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern 

Untuk menjelaskannya secara singkat, kalian bisa membaca kembali poin pertama. Setelahnya, ganti Napoleon dengan Hitler, Rusia dengan Uni Soviet, dan Grande Armée dengan Wehrmacht dan kalian akan memahami inti cerita dari bencana militer ini.

Menurut para sejarawan, peristiwa ini adalah titik balik dari Perang Dunia II, di mana hasilnya mulai terlihat setelah Pertempuran Stalingrad dua tahun setelahnya. Tanpa keraguan sedikit pun, Operasi Barbarossa adalah peristiwa terburuk, yang membuktikan pepatah bahwa seseorang yang tidak belajar dari sejarah akan di takdirkan untuk mengulanginya lagi.

5. Intervensi yang berlebihan dalam Perang Vietnam – Lyndon B. Johnson (Agustus 1964)
Gagal Total! Ini 6 Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern 

Sama seperti hal lainnya, perang sebaiknya di kerjakan oleh para ahli perang. Lyndon B. Johnson mungkin adalah Presiden Amerika Serikat, tetapi saat itu dia bukanlah seorang jenderal maupun tentara profesional yang pernah terjun langsung ke medan perang.

Nantinya, intervensi Johnson yang berlebihan dalam Perang Vietnam akan merenggut nyawa hampir 60.000 tentara, pelaut, dan penerbang Amerika sampai dua presiden yang berbeda menggantikannya.

Seperti di jelaskan oleh History, desakan Johnson untuk menjadi Commander-in-Chief selama Perang Vietnam justru menghambat progres tentara Amerika di hutan-hutan Vietnam. Pada akhirnya, keputusannya untuk melanjutkan perang berdasarkan jajak pendapat telah menurunkan kredibilitasnya sampai masa jabatannya berakhir pada tahun 1968.

6. Menyerang Afghanistan – Yuri Andropov (Desember 1979) 
Gagal Total! Ini 6 Bencana Militer Terburuk dalam Sejarah Modern 

Selama berabad-abad, kekuatan-kekuatan besar seperti Kesultanan Mughal, Kerajaan Inggris, hingga fundamentalis Islam telah mencoba untuk menakluk Afghanistan. Namun, penduduk Afghanistan adalah orang-orang tangguh. Dan bisa bertarung layaknya “setan” demi kebebasan mereka.

Mereka adalah ahli dalam perang gerilya dan selalu memiliki “enemy’s enemy” yang siap untuk membantu mereka. Hal ini terus berlangsung selama ratusan tahun sampai Yuri Andropov mengirimkan sejumlah besar pasukan Uni Soviet. Untuk menopang pemerintahan komunis di Afghanistan pada tahun 1979.

Mengutip dari Britannica, Soviet kehilangan 15.000 orang serta miliaran rubel hanya untuk menyerang Afghanistan. Di mana mereka tidak mendapat keuntungan sedikitpun setelahnya. Namun, bencana yang lebih buruk justru terjadi pada rakyat Afghanistan.

Setelah perang ini berakhir, Afghanistan di tinggalkan dalam keadaan porak poranda. Dan akhirnya di ambil alih oleh kelompok radikal yang hari ini di kenal sebagai Taliban.

Bagaimana menurutmu keputusan militer paling buruk yang pernah di buat dalam sejarah modern? Pada kenyataannya, kondisi di medan perang tidak semudah teori di atas kertas semata. Oleh karena itu, blunder-blunder di atas sangat mungkin terulang di masa depan. Jika para komandan perang tidak mau belajar dari sejarah