Corona Ditemukan di 26 Kapal Perang AS

Corona Ditemukan di 26 Kapal Perang AS

Corona Didalam Kapal Perang

Corona – Saat ini di 26 kapal perang Amerika Serikat (AS) ditemukan kasus Corona. Sejumlah anak buah kapal di 14 kapal di antaranya terpapar COVID-19 dan sduah sembuh. Demikian dikatakan senior Angkatan Laut AS kepada CNN.

Menurut pejabat itu ke-26 kapal tersebut kini sedang berlabuh atau dalam perawatan.

Baca juga : Dengan Nol Kasus COVID-19, Menlu Turkmenistan Klaim Tidak Sembunyikan Data

Dilansir dari laman CNN, Kamis (23/4), Angkatan Laut AS tidak merilis nama-nama anak buah kapal yang terjangkit corona atau berapa angka pastinya karena kebijakan Kementerian Pertahanan mengatakan hal itu bisa menimbulkan risiko keamanan jika diketahui publik.

Saat ini ada 90 kapal perang AS di lautan yang tidak ditemukan kasus corona dan Angkatan Laut AS kini memiliki 297 kapal perang yang sedang bertugas.

Hingga kemarin pagi ada 3.578 tentara AS yang dites positif corona, termasuk dua korban meninggal. Hampir 800 kasus berasal dari wabah di kapal perang USS Theodore Roosevelt dan satu orang meninggal di kapal itu karena corona.

Sebanyak 4.000 anak buah kapal di USs Roosevelt sudah diturunkan dan dijadwalkan kembali bertugas dalam pekan mendatang setelah menjalani 14 hari karantina. Namun proses itu dihentikan sebab ada 120 pelaut yang dites positif tanpa gejala.

Alhasil Angkatan Laut memutuskan semua pelaut tetap berada di daratan sampai semua informasi jelas tentang bagaimana perkembangan virus itu pada pasien tanpa gejala.

Dalam pesannya yang diperoleh CNN, Laksamana Kapal Laut Pasifik, Admiral John Aquilino memerintahkan semua anak buah kapal menunda keluar dari isolasi dan karantina karena khawatir mereka bisa dites positif setelah keluar dari karantina.

Pekan lalu Angkatan Laut dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menggelar penyelidikan atas wabah yang terjadi di kapal Roosevelt.

Penyelidikan itu akan mencari tahu dari mana asal wabah dan memahami bagaimana penyebaran bisa begitu cepat di kapal tersebut.

“Ini jenis virus yang sangat mudah menyusup dan penyelidikan wabah ini adalah senjata medis. Memahami karakteristik virus supaya kita bisa melindungi anak buah kapal lebih baik. Rekan mereka di kapal lain dan pada akhirnya negara secara keseluruhan,” kata Laksamana Bruce Gillingham Jumat lalu.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *