Demo Tolak Kekerasan Rasial Warga

Demo Tolak Kekerasan Rasial Warga

Jejak Demo Tolak Kekerasan Rasial Warga Kulit Hitam di AS

Jejak Demo Tolak Kekerasan Rasial Warga Kulit Hitam di AS – Demonstrasi dan gerakan menentang kekerasan serta diskriminasi bersifat rasial kembali meruak di Amerika Serikat selama tiga hari terakhir menyusul kematian sejumlah warga kulit hitam dalam beberapa waktu terakhir di Negeri Paman Sam.

Kerusuhan pun tak terhindarkan selama aksi demonstrasi berlangsung mulai dari pembakaran sebuah kantor polisi di Minneapolis oleh pedemo, penangkapan pengunjuk rasa, hingga penembakan terhadap tujuh demonstran di Louisville, Kentucky.

Kematian Floyd bukan lah satu-satunya pemantik amarah warga AS yang sesungguhnya. Sebab, insiden Floyd terjadi tak lama setelah dua warga kulit hitam AS lainnya tewas.

Protes Download APK Joker123 Android menuntut keadilan terhadap warga kulit hitam juga pernah terjadi menyusul kematian Martin Trayvon, remaja keturunan Afrika-Amerika berusia 17 tahun, pada 26 Februari 2012 lalu.

Trayvon tewas setelah ditembak oleh George Zimmerman. Insiden berlangsung ketika Trayvon sedang berjalan kaki menuju rumah saudaranya di Sanford, Florida, setelah berbelanja di minimarket terdekat.

Di tengah perjalanan, Zimmerman melihat dan mengikuti Trayvon yang ia anggap mencurigakan. Pria 28 tahun itu mengikuti sang remaja hingga keduanya terlibat kontak fisik.

Ahmaud Arbery tewas pada 23 Februari lalu setelah ditembak oleh dua pria kulit putih ketika dirinya tengah lari pagi di lingkungan rumahnya di Brunswick, Georgia.

Beberapa pekan setelah kematian Arbery, perempuan kulit hitam bernama Breonna Taylor tewas akibat tembakan aparat saat merazia gedung apartemennya pada Maret lalu.

Teknisi tim darurat medis itu tewas ditembak petugas polisi yang menerobos apartemennya ketika tengah tertidur lelap. Berikut adalah rentetan demonstrasi besar yang pernah terjadi di Negeri Paman Sam akibat tersulut insiden berbau rasial dan diskriminasi.

Dipicu oleh kematian seorang warga kulit hitam

Demonstrasi itu dipicu oleh kematian seorang warga kulit hitam asal Minneapolis, George Floyd. Floyd meninggal dunia akibat kehabisan napas setelah anggota polisi menekan lehernya dengan lutut dalam proses penangkapan.

Demonstrasi pertama kali pecah di Minneapolis, Minnesota, sehari setelah kematian Floyd pada Senin. Zimmerman, yang saat itu membawa senjata, mengaku tak sengaja menembak Trayvon di dadanya ketika beradu fisik hingga menewaskan sang remaja.

Meski sempat diperiksa, kepolisian saat itu tidak menahan Zimmerman. Berita kematian Trayvon pun tersebar dan menuai perhatian publik.

Dilansir Guadian, ribuan orang turun ke jalan Sanford menuntut penangkapan Zimmerman. Para pedemo kompak memakai hoodie berwarna abu layaknya pakaian terakhir yang dikenakan Trayvon saat tertembak.

Demo yang dikenal dengan “Justice for Trayvon” itu bahkan meluas di media sosial. Sebanyak 2,2 juta tandatangan terkumpul dalam petisi daring yang dibuat ibunda Trayvon berisikan penuntutan terhadap penahanan Zimmerman.

Petisi itu menjadi yang paling besar dalam sejarah situs change.org. Sejumlah tokoh publik hingga pebasket seperti LeBron James dan klub Miami Heat memakai hoodie serupa milik Trayvon sebagai tanda penghormatan terhadap sang remaja.

Kasus Trayvon pun menjadi pendorong gerakan Black Lives Matter terbentuk. Gerakan yang semula hanya sebatas tagar di media sosial itu terbentuk sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan sikap rasisme yang sistematik terhadap warga kulit hitam di AS.

Sejak itu unjuk rasa serupa yang menuntut keadilan atas kematian Floyd juga bermunculan di Danver, New York, Oakland, hingga Ibu Kota Washington DC hingga sempat membuat Gedung Putih terkunci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *