Dengan Nol Kasus COVID-19, Menlu Turkmenistan Klaim Tidak Sembunyikan Data

Dengan Nol Kasus COVID-19, Menlu Turkmenistan Klaim Tidak Sembunyikan Data

Nol KasusTurkmenistan, adalah salah satu negara di dunia yang tidak melaporkan adanya kasus virus corona atau nol kasus, berkeras bahwa data resminya benar dan tidak menyembunyikan apa pun.

“Jika ada satu kasus virus corona yang dikonfirmasi, kami akan segera menginformasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sesuai dengan kewajiban kami,” kata Menteri Luar Negeri Rashid Meredov dalam pemaparan media pada Rabu (22/4).

Kami tidak menyembunyikan apa pun,” tambahnya, didampingi pejabat PBB, dilansir dari Aljazeera, Kamis (23/4).

Pada pemaparan yang sama, Menteri Kesehatan Nurmuhammed Amannepesov mengatakan negaranya memiliki 30.000 alat tes yang tersedia dan sedang memesan 40.000 lainnya dari Rusia, Turki dan Jerman.

Dia mengatakan, 151 orang tetap berada di zona karantina, sebagian besar dari mereka warga Turkmenistan yang bekerja sebagai pengemudi truk jarak jauh dan awak kapal.

Situasi di Turkmenistan

Turkmenistan telah membuka kembali sebagian besar titik lintasan perbatsannya dan sedang bersiap untuk membuka kembali yang tersisa di perbatasan Iran.

Turkmenistan juga memulai kembali musim sepak bola domestiknya pada Minggu, di daftar akun poker m88 mana para pendukung kembali ke stadion meskipun ada pandemi virus corona.

Negara Asia Tengah ini sebelumnya mengikuti negara-negara lain di seluruh dunia ketika menangguhkan liga delapan timnya pada Maret hanya tiga pertandingan musim ini.

Federasi sepakbola nasional kemudian mengutip rekomendasi keputusan dari kementerian kesehatan dan WHO untuk mencegah penyebaran penyakit.

Menurut Reporters Without Borders (RSF), pejabat menghindari membahas virus corona sebanyak mungkin untuk mencegah penyebaran informasi tentang pandemi.

“Dengan melakukan itu, pemerintah Turkmenistan membahayakan warganya,” kata RSF dalam sebuah laporan bulan lalu.

Disisi Lain, Donald Trump Perintahkan Angakatan Lautnya untuk Hancurkan Kapal Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menghancurkan kapal perang Iran jika mengganggu kapal-kapal AS.

“Saya telah menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak jatuh dan menghancurkan. Setiap semua kapal perang Iran jika mereka mengganggu kapal kami di laut,” kicau Trump di Twitter pada Rabu pagi, tanpa memberikan rincian lainnya, dilansir dari Xinhua, Kamis (23/4).

Wakil Menteri Pertahanan, David Norquist kemudian mengatakan di Pentagon telah dilakukan pengarahan “semua kapal kami membela diri dan orang-orang perlu sangat berhati-hati dalam interaksi mereka untuk memahami hak dasar untuk membela diri.”

John Hyten, wakil ketua Gabungan Kepala Staf, menambahkan pada pengarahan yang sama bahwa pasukan AS akan menanggapi dengan kekuatan mematikan yang luar biasa untuk mempertahankan diri mereka jika perlu.

Kondisi AS dan Iran

“Jadi, jika Anda melewati garis itu, kami tahu apa garis itu dan kami akan merespons. Kami tidak perlu arahan lagi untuk melakukan itu. Saya pikir pesan presiden sangat jelas dan kami tidak perlu tindakan lagi,” tegasnya.

Angkatan Laut AS mengatakan pekan lalu, 11 kapal Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) “berulang kali melakukan pendekatan berbahaya dan mengganggu kapal-kapal angkatan laut AS yang beroperasi di perairan internasional Teluk Arab Utara.”

Namun Garda Revolusi menuding pasukan angkatan laut AS berulang kali bersikap “tidak profesional” di Teluk selama beberapa pekan terakhir. Mengancam perdamaian regional dan menimbulkan risiko baru.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Press TV pada hari Minggu. Angkatan Laut Garda Revolusi mengatakan kehadiran “ilegal” pasukan AS di wilayah tersebut adalah sumber ketidakamanan di Asia Barat.

“Satu-satunya cara untuk membangun keamanan berkelanjutan di kawasan ini adalah penarikan total orang Amerika dari Asia Barat,” kata pernyataan itu.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *