Vaksin Corona Belum Ada, Duterte Tidak Akan izinkan Sekolah Dibuka Kembali

Vaksin Corona Belum Ada, Duterte Tidak Akan izinkan Sekolah Dibuka Kembali

Duterte Tidak Akan izinkan Sekolah Dibuka Kembali

Duterte Tidak Akan izinkan Sekolah Dibuka Kembali – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyampaikan aturannya bahwa dia tidak akan pernah mengizinkan para siswa kembali ke sekolah sampai vaksin dari virus corona tersedia.

Baca juga : Ongkos Pembuatan Rp 100 Miliar, Sehebat Apa 7 Tank Terkuat di Dunia Ini?

Tanpa adanya vaksin, menurut Duterte untuk mengirimkan anak0nak kembali bersekolah sama halnya dengan mengundang aplikasi idn poker terbaru bencana. Hal ini disampaikannya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sini lalu.

“Saya tidak akan mengizinkan pembukaan kelas-kelas di mana para siswa akan berdekatan satu sama lain,” ujarnya, dilansir dari Aljazeera, Rabu (27/5).

“Kecuali saya yakin mereka benar-benar aman, tak ada gunanya membahas pembukaan sekolah,” imbuhnya.

Anak-anak sedianya akan kembali ke sekolah pada akhir Agustus setelah ruang kelas bagi lebih dari 25 juta siswa sekolah dasar dam menengah ditutup pada Maret saat penularan virus muncul di Filipina.

Namun Duterte mengatakan risikonya sangat besar mengirim kembali mereka ke sekolah.

“Bagi saya, vaksin dulu. Jika telah ada vaksin, tak masalah,” ujarnya.

“Jika tak ada yang lulus, ya biarkan.”

Sampai saat ini belum ada vaksin yang tersedia dan pengobatan yang tepat untuk Covid-19 belum diketahui. Kendati para peneliti di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya mengembangkan vaksin, belum jelas kapan kandidat vaksin akan terbukti dan bisa didistribusikan dalam skala besar.

Ada 14.319 kasus virus corona terkonfirmasi di Filipina sampai Senin, termasuk 873 kematian, menurut Departemen Kesehatan.

Kelas Online

Tahun ajaran baru di Filipina normalnya dimulai dari Juni sampai April, tapi pemerintah mengundurkan sampai 24 Agustus karena meningkatkan kasus virus corona dan lockdown yang ketat.

Namun Departemen Pendidikan menekankan pembukaan sekolah tak selalu berarti tatap muka langsung di ruang kelas.

“Pembukaan fisik sekolah-sekolah akan tergantung pada tingkat keparahan risiko atau klasifikasi lokalitas,” kata Departemen Pendidikan saat mengumumkan tahun ajaran baru.

Dalam rangka mencegah keramaian di ruang kelas, departemen tersebut juga mengumumkan pembelajaran jarak jauh termasuk kelas online untuk tahun ajaran baru. Namun sayangnya, jutaan siswa di negara ini tak memiliki akses komputer di rumahnya, yang dibutuhkan saat mengikuti pelajaran online.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *