Ini Alasan ISIS Masih Jadi Ancaman Serius Bagi Dunia

Ini Alasan ISIS Masih Jadi Ancaman Serius Bagi Dunia

Ini Alasan ISIS Masih Jadi Ancaman Serius Bagi Dunia

Ini Alasan ISIS Masih Jadi Ancaman Serius Bagi Dunia – (ISIS) diyakini masih menjadi ancaman dunia meski dinyatakan kalah total setelah markas terakhir mereka di Baghouz, Suriah direbut Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

SDF menyatakan pada Sabtu (23/5) lalu, bahwa ISIS mengalami ‘100 persen kekalahan teritorial’ setelah markas terakhir di Baghouz direbut kembali. SDF yang terdiri atas milisi Kurdi dan Arab di Suriah telah sejak lama bertempur melawan ISIS, dengan dukungan dari koalisi militer pimpinan Amerika Serikat (AS).

Dilansir https://junglepartyhostal.com meski markas terakhirnya dihancurkan, sisa-sisa militan ISIS yang bersembunyi di area gurun terpencil Suriah dan di kota-kota Irak masih melakukan aksi skala kecil, dengan melakukan serangan penembakan atau penculikan atau menunggu kebangkitan ISIS nantinya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan tetap waspada atas setiap ancaman yang mungkin muncul dari sisa-sisa militan ISIS. “Kita akan tetap waspada terhadap ISIS melalui serangkaian upaya-upaya antiterorisme global untuk memerangi ISIS hingga akhirnya ISIS dikalahkan di mana saja kelompok itu beroperasi,” tegasnya.

Dalam pernyataan terpisah, komandan koalisi pimpinan AS melawan ISIS, Letnan Jenderal Angkatan Darat AS, Paul LaCamera, mengakui ISIS masih menjadi ancaman berbahaya meski wilayahnya tercerai-berai. LaCamera menegaskan perang melawan ISIS masih jauh dari usai.

“Akhir dari apa yang disebut kekhalifahan fisik menjadi pencapaian militer bersejarah yang menyatukan koalisi terbesar dalam sejarah, tetapi perang melawan Daesh (nama lain ISIS) dan ekstremisme kekerasan masih jauh dari selesai,” tegas LaCamera.

Peringatan soal ancaman ISIS juga diungkapkan pengamat Sami Nader dari Institut Levant untuk Urusan Strategis. “Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana ISIS akan bereaksi? Apa strategi baru mereka sekarang?” ucapnya.

“Hari ini, ISIS dan seluruh kelompok jihad akan mengekspor upaya-upaya militer mereka keluar Levant (Irak dan Suriah-red) dan mereka akan mengubah taktik, dari tadinya membentuk kehadiran geografis menjadi lebih condong pada pertempuran gerilya, baik di kawasan itu atau di lokasi lain,” imbuhnya.