Kamerun Akui Tentara Terlibat Pembantaian Ibu Hamil dan Anak-anak Februari Lalu

Kamerun Akui Tentara Terlibat Pembantaian Ibu Hamil dan Anak-anak Februari Lalu

Kamerun Akui Tentara Terlibat Pembantaian Ibu Hamil dan Anak-anak Februari Lalu

Kamerun Akui Tentara Terlibat Pembantaian Ibu Hamil dan Anak-anak Februari Lalu,- Pemerintah Kamerun mengakui 3 tentara terlibat dalam pembantaian warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak, di wilayah berbahasa Inggris atau Anglophone pada Februari lalu. Ketiganya juga telah ditahan.

Dalam insiden tersebut, pemerintah Kamerun menyatakan sebanyak 13 orang tewas.

Namun menurut PBB, jumlah korban tewas pada 13 Februari malam itu mencapai 23 orang, 15 di antaranya anak-anak dan 2 ibu hamil. Adapun Human Rights Watch menyebut korban tewas sebanyak 21 orang, termasuk 13 anak-anak dan seorang wanita hamil.

Dilansir AFP pada Selasa (21/4) waktu setempat, Kantor Kepresidenan Kamerun menyatakan, saat itu 3 tentara bersama kelompok militan menyerbu sebuah desa yang diduga sebagai pangkalan separatis.

Para tentara dan kelompok militan menyatakan 5 warga sipil tewas dalam serangan itu, sebelum akhirnya menemukan 3 wanita dan 10 anak-anak juga ikut terbunuh dalam baku tembak saat itu.

thj0bavewlkr7k0wnmrq - Kamerun Akui Tentara Terlibat Pembantaian Ibu Hamil dan Anak-anak Februari Lalu

“Mengatasi kepanikan, ketiga prajurit yang dibantu oleh beberapa anggota kelompok militan berusaha menyembunyikan insiden itu dengan membakar (jasad korban)” ujar Kantor Kepresidenan Kamerun dalam sebuah pernyataan Daftar Poker Indo.

Sebelumnya Juru bicara Militer Kamerun, Kolonel Cyrille Atonfack Guemo, mengatakan tuduhan keterlibatan tentara di Anglophone adalah kedustaan.

Guemo menyebut, dari penyelidikan internal militer, kematian 22 warga sipil karena ledakan bahan bakar. Ledakan muncul saat baku tembak antara militer dan separatis Anglophone berlangsung.

“Ini kejadian tidak disengaja, hasil dari suatu operasi keamanan di kawasan tersebut,” ucap Guemo.

jiuszxtl3ezetvwha1rw - Kamerun Akui Tentara Terlibat Pembantaian Ibu Hamil dan Anak-anak Februari Lalu

Versi militer, insiden bermula saat empat tentara dan dua polisi sedang patroli malam di Ngarbuh. Rombongan tersebut menemukan sebuah rumah di tengah hutan yang diubah jadi benteng pertahanan pemberontak.

Di rumah itu ditemukan senjata dan amunisi yang diduga dipakai oleh pemberontak Anglophone.

“Sesudahnya terjadi baku tembak, beberapa kontainer berisi bahan bakar meledak, dan membakar beberapa rumah,” kata Guemo.

Anglophone dalam beberapa tahun belakangan jadi wilayah ‘panas’ di Kamerun. Pertempuran antara militer dan pemberontak menyebabkan lebih 3.000 orang tewas dan 700 ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *