Korut Langgar Gencatan Senjata

Korut Langgar Gencatan Senjata

PBB Sebut Korsel dan Korut Langgar Gencatan Senjata

PBB Sebut Korsel dan Korut Langgar Gencatan Senjata – PBB menyatakan baku tembak yang terjadi antara pasukan Korea Selatan dan Korea Utara di Zona Demiliterisasi sebagai sebuah pelanggaran. Kedua negara dianggap melanggar perjanjian gencatan senjata.

Mengutip AFP, hasil penyelidikan menemukan Tentara Rakyat Korea Utara menembakkan empat peluru kecil berukuran 14,5 milimeter dan ditanggapi dengan dua tembakan dari Korea Selatan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengadakan pertemuan Komisi Militer Pusat membahas kebijakan baru untuk meningkatkan pencegahan perang nuklir. Kala itu tentara Korea Utara juga menembak seorang prajurit yang membelot pada 2017, namun Korsel tidak melakukan aksi balasan.

Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) memberitakan pertemuan itu turut membahas langkah-langkah militer dan politik guna meningkatkan pasukan bersenjata secara keseluruhan.

“Yang ditetapkan dalam pertemuan itu adalah kebijakan baru untuk meningkatkan pencegahan perang nuklir dan menempatkan pasukan bersenjata dalam operasi siaga tinggi sejalan dengan pengembangan angkatan bersenjata,” tulis KCNA, Minggu

Namun penyelidikan tersebut tidak bisa menentukan secara pasti, apakah tembakan Korea Utara dilancarkan secara sengaja atau tidak. Pada 2014 menjadi momen terakhir kedua belah pihak melancarkan tembakan di zona demiliterisasi.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in sepakat untuk meredakan ketegangan militer di area perbatasan saat pertemuan puncak di Pyongyang pada September 2018.

Akan tetapi hingga kini sebagian besar kesepakatan antara kedua negara belum ditindaklanjuti karena Pyongyang memutuskan kontak dengan Seoul lantaran kesepakatan penghentian proyek nuklir dengan Amerika Serikat terhenti.

Salah satu tokoh pengembangan senjata Korea Utar

Militer Korea Utara tidak memberikan tanggapan resmi saat UNC mengundang untuk ambil bagian dalam proses penyelidikan. Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan penyesalannya atas pengumuman temuan tersebut dan mengatakan pasukannya mengikuti insting alami mereka (melakukan aksi balasan).

Secara teknis kedua belah pihak tetap berperang, karena Perang Korea telah berakhir dengan gencatan senjata pada 1953 dan tidak pernah digantikan dengan perjanjian damai.

Salah satu tokoh pengembangan senjata Korea Utara, Ri Pyong-chol, dikabarkan ikut dalam pertemuan tersebut dan terpilih menjadi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat.

IDN Poker 88 Asia juga tidak memberikan penjelasan mengenai waktu dan tempat pertemuan tersebut digelar. Namun, Kantor Berita Yonhap melaporkan, media pemerintah itu biasanya melaporkan aktivitas Kim Jong-un satu hari setelah kejadian.

Pertemuan itu menjadi acara publik pertama yang dihadiri Kim Jong-un setelah ‘menghilang’ dari publik selama 20 hari yang memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Pembahasan tersebut juga menjadi yang pertama setelah Kim Jong-un memimpin pertemuan Komisi Militer Pusat pada pertengahan Desember 2019 lalu

Korea Utara melancarkan tembakan yang menghantam pos penjagaan Korea Selatan pada 3 Mei lalu. Serangan tersebut mendesak tentara Korsel untuk melakukan aksi balasan selang beberapa menit kemudian dan menyiarkan sebuah peringatan.

Dalam sebuah pernyataan, UNC membuka penyelidikan atas penembakan tersebut dan menyimpulkan bahwa kedua pihak dianggap melakukan pelanggaran Perjanjian Gencatan Senjata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *