Korvet Doha class Si Penyengat Udara Jarak Jauh

Korvet Doha class Si Penyengat Udara Jarak Jauh

Korvet Doha class Si Penyengat Udara Jarak Jauh

Korvet Doha class Si Penyengat Udara Jarak Jauh,- Kementerian Pertahanan Qatar memesan korvet Doha class pertama dengan spesialisasi pertahanan udara yang dipesan dalam program akuisisi angkatan laut nasional, lansir Navalnews.

Korvet class pertama Al Zubarah tersebut dinamai dari sebuah benteng kuno dan hancur yang terletak di pantai barat laut semenanjung Qatar di kota Al Shamal, sekitar 105 km dari ibukota Qatar, Doha.

Kapal perang ‘defense air missile’ akan dikirim pada tahun 2021, dirancang konsisten sesuai garis RINAMIL, akan menjadi jenis kapal perang fleksibel yang mampu memenuhi berbagai tugas, dari pengawasan dengan kemampuan penyelamatan laut hingga menjadi kapal perang, panjangnya sekitar 107 meter, lebar 14,70 meter, dengan kecepatan maksimum 28 knot. Unit ini akan dilengkapi dengan mesin combined diesel and diesel plant (CODAD) dan akan dapat menampung 112 personel di dalamnya Taruhan Bola Online.

BACA JUGA: Kapal Nuklir Penjelajah Kembali ke AL Rusia Akhir 2022

Selain itu, kapal akan mampu mengoperasikan boat berkecepatan tinggi seperti RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) melalui crane lateral atau hauling ramp yang terletak di buritan. Dek penerbangan dan hanggar dapat menampung satu helikopter NH90.

Spesifikasi Korvet Doha Class

Korvet Doha class akan dilengkapi misi utama sebagai kapal perang pertahanan udara dan karenanya akan memiliki daya tembak yang sangat besar untuk ukurannya. Korvet akan dilengkapi dengan persenjataan :

* 16 rudal permukaan-ke-udara Aster 30 Block 1 buatan MBDA.
* 8 rudal anti-kapal Exocet MM40 Block 3 buatan MBDA.
* Meriam utama 76mm dan 2 remote weapons station Marlins buatan Leonardo.
* Tabung peluncur torpedo.
* Peluncur rudal jarak pendek RAM (21 rudal) buatan Raytheon.
* 4 peluncur decoy Sylena Mk2 buatan Lacroix.

Yang paling mumpuni, rudal Aster 30 Block 1NT dapat mencegat rudal balistik pada jarak hingga 600 kilometer. Dengan kemampuan ini, Qatar ingin melindungi infrastruktur strategis maritimnya seperti ladang minyak dan gas lepas pantai dari ancaman .

Korvet Doha class akan menjadi kapal perang pertama yang mendapatkan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh ini.

BACA JUGA: Kapal Perang Kecil Tembakkan Rudal Kalibr

Leonardo bertanggung jawab untuk memasok unit sistem tempur terpadu baru (Athena), sistem radar utama (Kronos) dan sistem sensor dan sub-sistem pertahanan, termasuk sistem perlindungan anti-torpedo dan sonar penghindaran tambang buatan Thesan.

Aster akan dipandu oleh radar Kronos, dan karena ukuran korvette yang relatif kecil, misi pendeteksian peringatan dini / ancaman jarak jauh menjadi tugas radar berbasis pantai serta radar L band yang lebih besar yang terpasang di kapal LPD air defense yang juga dibeli oleh Qatar sebagai bagian kontrak gobal dengan Fincantieri.

Kontrak empat korvet adalah bagian dari order global senilai 5 miliar euro (termasuk 1 miliar untuk senjata rudal) yang diumumkan pada Agustus 2017. Selain korvet, kontrak tersebut mencakup pembangunan dua kapal jenis OPV / FACM berdasarkan kapal perang Falaj 2- class (yang juga dipilih oleh Angkatan Laut UEA) dan kapal LPD air defense (dilengkapi dengan radar jarak jauh dan senjata SAM Aster 30) yang berbasis dari kapal LHD “BDSL Kalaat Beni Abbes” (panjang 143 meter, berbobot 9.000 ton), yang dikirim pada 2015 oleh Fincantieri ke Aljazair.

Pemotongan baja pertama “Al Zubarah” dilakukan pada November 2018 sementara pengiriman kapal pertama diharapkan pada tahun 2021. Semua 7 kapal, yang terdiri dari empat korvet air defense, dua OPV, dan satu kapal amfibi (LPD – Platform Landing Dock bertindak sebagai stasiun radar seluler untuk korvet) akan diproduksi di Italia pada tahun 2024. Fincantieri kemudian akan memberikan dukungan kepada Qatar selama 10 tahun setelah diterimanya paket armada kapal perang itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *