Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX

Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX

Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa

Layar Sentuh Bantu Penerbangan SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa – Setelah menjadi astronaut pertama meluncur ke luar angkasa sejak NASA menutup program pesawat ulang-aliknya pada 2011.

Kedua astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley juga jadi yang pertama mengemudikan pesawat luar angkasa yang menggunakan layar sentuh di kabinnya.

Perjalanan bersejarah ini merupakan bagian dari proyek kerja sama Download APK Tembak Ikan Android dan SpaceX. Dalam kapsul, Behnken dan Hurley ‘cukup’ mengendalikan pesawat dengan tiga panel layar sentuh dan beberapa tombol di bawahnya.

Red pill dalam film Matrix bisa diartikan sebagai mengungkap kebenaran yang tidak menyenangkan. Sementara di sisi lain, red pill bisa diartikan sebagai bentuk perlawanan untuk gerakan feminisme. Kapsul berhasil terkait setelah melewati 19 jam perjalanan sejak meluncur dengan roket dari Florida, Amerika Serikat.

Langkah Musk itu juga sebagai bentuk protes kepada pejabat kesehatan daerah Alameda yang mengklaim pihaknya memiliki wewenang untuk tetap menutup pabrik Musk selama pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19).

Apabila Musk mengatakan akan memiliki pil merah, artinya ia mempertanyakan bahaya Covid-19. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Musk meremehkan laporan tentang bahaya Covid-19 dan menyamakan wajib karantina sebagai tindakan fasis.

Selain memiliki kontrol layar sentuh, pesawat ini juga merupakan kendaraan otonom (bergerak otomatis tanpa dikendalikan manusia). Kru bisa menempatkan pesawat ke ‘mode manual’ dan mengendalikannya secara langsung.

Tes ini pun disiarkan dan orang bisa melihat kemudahan mengendalikan pesawat luar angkasa semudah menggunakan Twitter, Instagram atau Tinder. Namun ia menepisnya dan meyakinkan bahwa Space X bekerja dengan para astronot untuk membuat teknologi antarmuka yang dapat diandalkan dan bekerja dengan baik.

Wakil direktur NASA Johnson Space Center Flight

Sementara itu, Norm Knight, wakil direktur NASA Johnson Space Center Flight Operations, mengamini ada sebagian orang yang meragukan teknologi kekinian ini.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengirimkan astronaut veteran NASA Bob Behnken dan Doug Hurley ke luar angkasa menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon. Pendaratan dilakukan di atas kapal drone “Of Course I Still Love You” milik SpaceX. Roket ini bakal dipakai ulang pada peluncuran berikutnya.

Kapsul Crew Dragon itu meluncur dengan dorongan dari roket Falcon 9 SpaceX. Setelah mengantarkan kapsul ke orbit, roket ini kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Atlantik.

Kepergian keduanya bagian dari uji penerbangan Demo-2, misi penerbangan kru pertama yang terbang ke orbit dari AS sejak program pesawat ulang-alik berakhir pada 2011.

“Ada banyak pengujian dan evaluasi yang masuk ke ergonomi penempatan apa yang ada di tampilan layar, bagaimana tampilan dipresentasikan pada kru,” ujarnya.

“Sebagai pilot, seluruh karier saya punya cara tertentu untuk mengemudikan kendaraan, ini tentu berbeda,” ujar Hurley dalam konferensi pers awal Mei 2020 lalu dikutip dari Space.

Melansir dari The Verge, sebelumnya mereka harus melalui tes mengemudi pada Sabtu. Tes singkat ini menuntut mereka untuk mengoperasikan Crew Dragon secara manual dan memastikan semua bekerja.

Astronaut Bob Behnken dan Doug Hurley berhasil meluncurkan roket dan mengaitkan kapsul Crew Dragon milik SpaceX dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sekitar pukul 10.16 waktu timur (ET) atau pukul 21.16 WIB, Minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *