Mesin Hidrogen NK-88 di Jet Generasi Ke-6 Rusia

Mesin Hidrogen NK-88 di Jet Generasi Ke-6 Rusia

Mesin Hidrogen NK-88 di Jet Generasi Ke-6 Rusia

Mesin Hidrogen NK-88 di Jet Generasi Ke-6 Rusia,- Baru-baru ini, Rusia telah lebih banyak berinvestasi dalam industri dan pengembangan pertahanan, dan oleh karena itu, ada kemungkinan besar pengerjaan mesin hidrogen baru sudah mulai dilakukan.

Pesawat generasi kelima telah terbang, tetapi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berhenti. Informasi tentang pengerjaan proyek-proyek pesawat generasi keenam telah muncul. Namun, sebelum pesawat generasi keenam muncul, mesin baru yang fundamental harus terlebih dahulu muncul.

Saat ini, dunia kedirgantaraan mendapat tantangan di mana mesin baru seharusnya tidak hanya efektif di atmosfer, tetapi juga memiliki kemampuan untuk pergi ke luar angkasa.

Para ilmuwan telah secara aktif mengembangkan hibrida dari mesin roket dan pesawat terbang, persis seperti mesin hidrogen. Jika memungkinkan untuk membuat mesin hidrogen, penerbangan cryogenic akan segera muncul, dan Rusia akan masuk ke dunia konstruksi pesawat terbang generasi keenam.

Ini mungkin tampak terlalu fantastis dan terlalu sulit untuk diwujudkan. Namun, bahkan lebih dari 30 tahun yang lalu, sebelum Uni Soviet runtuh, mereka menguji pesawat Tu-155 yang menggunakan mesin hidrogen NK-88.

Pengembangan dan penelitian yang diperoleh sebagai hasil pengujian NK-88 telah digunakan sebagai dasar untuk pengembangan mesin hipersonik, menurut laporan Bulgarian Military.

Baca Juga: Dilengkapi Rudal Hipersonik, Jet Tu-160 Rusia Lebih Mematikan

Sayangnya, runtuhnya Uni Soviet tidak memungkinkan proyek-proyek tersebut untuk berkembang lebih lanjut. Namun, hasil penelitian di masa lalu tetap ada dan belum menghilang, para insinyur di zaman ini masih dapat menggunakan pencapaian dari tahun-tahun sebelumnya.

Baru-baru ini, Rusia telah lebih banyak berinvestasi dalam industri dan pengembangan pertahanan, dan oleh karena itu, ada kemungkinan besar pengerjaan mesin baru telah mulai dilakukan.

Kemungkinan besar, kita akan menerima informasi lengkap tentang mesin baru ini pada saat yang tepat. Sebelumnya kita sudah melihat contoh serupa ketika senjata hipersonik diumumkan.

Baru-baru ini, militer Rusia sedang mempertimbangkan apakah mereka akan mempersenjatai jet tempur Tu-160 dengan rudal balistik hipersonik Kh-47M2 Kinzhal.

“Kemungkinan penempatan rudal Kinzhal pada jet Tu-160 sedang dipertimbangkan,” lapor kantor berita Rusia TASS, mengutip narasumber dari industri pertahanan Rusia.

“Hasil pertimbangan ini akan diumumkan tahun ini,” kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Rudal itu berkemampuan nuklir dengan perkiraan jarak 1.200 mil dan kecepatan hingga Mach. 10. Jika Tu-160 akan benar-benar dipersenjatai dengan rudal balistik hipersonik, jet pengebom itu akan memiliki jangkauan target yang jauh lebih luas.

Menurut Michael Peck dalam tulisannya di The National Interest, mempersenjatai Tu-160 dengan Kinzhals menarik di beberapa level. Pertama, jet pengebom ini sudah dipersenjatai dengan rudal jelajah Khsony subsonik, dengan jarak sekitar 1.600 mil, dan Kh-102 yang lebih baru, yang memiliki kisaran jarak lebih dari 3.000 mil.

Rudal balistik Kinzhal tampaknya memiliki kaki yang lebih pendek daripada rudal jelajah yang lain, tetapi kecepatannya jauh lebih tinggi. Itu penting bagi perspektif Rusia, yang telah secara agresif mengembangkan rudal hipersonik (memiliki kecepatan lebih dari Mach 5) karena takut senjata subsonik atau supersonik yang lebih tua, rentan untuk ditembak jatuh oleh pertahanan anti-rudal AS.

Baca Juga: Rusia Kembali Luncurkan Militer dan Jet Tempur di Suriah

Kinzhal dirancang untuk menembus pertahanan rudal dan menghancurkan instalasi penting seperti pusat komando, meskipun rudal itu juga dapat digunakan sebagai rudal anti-kapal.

Pengebom jarak jauh yang berpotensi membawa rudal jelajah lambat tapi jarak jauh, atau jarak pendek tapi rudal balistik hipersonik, akan memperumit pertahanan rudal Barat yang harus bersiap untuk menghentikan berbagai ancaman.

Selain itu, mempersenjatai Tu-160 dengan rudal hipersonik menawarkan alasan lain bagi militer Rusia untuk terus mengoperasikan jet itu. Tu-160 adalah jet yang memiliki desain era Perang Dingin. Jet itu dibangun Uni Soviet untuk menanggapi jet pengebom strategis supersonik B-1 Lancer milik Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *