Militer luar negeri yang begitu menakjubkan di dunia

Militer luar negeri yang begitu menakjubkan di dunia

Kehebatan militer luar negeri di dunia

Militer luar negeri yang begitu menakjubkan di dunia – Memiliki kemapanan ekonomi saja dinilai belum cukup bagi sebuah negara merdeka dan maju. Kenyamanan finansial tersebut harus diimbangi dengan keamanan. Karenanya negara-negara yang menjadi raksasa ekonomi dunia berkepentingan membangun kekuatan militer.

berikut terdapat sejumlah kekuatan dunia yang memiliki pangkalan militer di luar negeri:

Amerika Serikat (AS)

Meski belum lama ini AS dilaporkan telah menutup sejumlah pangkalan militernya di Irak dan Afghanistan, namun Negeri Paman Sam masih tercatat sebagai negara yang memiliki basis militer terbanyak dan terbesar di dunia. Terdapat sekitar 800 pangkalan militer di lebih dari 70 negara atau teritori yang dimiliki AS.

Pangkalan militer AS tersebar di sejumlah negara Eropa seperti Belgia, teritori Inggris, Jerman, Yunani, Italia, Spanyol, Kosovo, Portugal, Norwegia, Belanda, Turki, Jerman, dan Bulgaria. Ada pula di negara Asia seperti Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

Sementara itu AS juga memiliki pangkalan militer di Timur Tengah antara lain di Bahrain, Kuwait, Israel, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Negara atau teritori lainnya seperti Djibouti, Honduras, Kuba, dan Greenland juga memiliki basis militer AS.

Salah satu pangkalan AS di luar negeri adalah – Diego Garcia. Pulau itu menjadi pusat perhatian menyusul hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang membawa 239 orang pada 8 Maret 2014.

Boeing 777-300ER itu sebelumnya diduga mendarat di lokasi ‘rahasia’ yang berada di antara atol atau pulau karang di Samudera Hindia itu– sehingga tak terlacak hingga saat ini.

Diego Garcia dibeli oleh Inggris pada 1960. Semua penduduk asli disingkirkan dari sana. Pulau tersebut menjadi pangkalan Angkatan Laut AS selama bertahun-tahun.

Diego García adalah karang atol dan pulau terbesar di Kepulauan Chagos.

Amerika Serikat Sebar Pasukan ke Seluruh Dunia

1. Afganistan

Pada puncak perang, yakni 2010 dan 2011, ada lebih dari 100.000 tentara di Afganistan. Ketika Trump menjabat, angka itu berkisar sekitar 10.000. Strategi baru, diumumkan pada Agustus 2017, dengan menambahkan ribuan lebih pasukan.

Trump telah lama mengeluhkan konflik Afganistan yang sudah berlangsung selama 18 tahun, dengan para pejabat Pentagon khawatir bahwa, pada suatu saat, satu kicauan Trump dapat mengakhiri misi.

Komandan saat ini, Jenderal Austin S. Miller, perlahan-lahan menurunkan jumlah pasukan menjadi antara 12.000 dan 13.000 pada tahun lalu.

2, Suriah

Awalnya Amerika hanya mengirim 50 tentara Operasi Khusus pada akhir 2015, namun meningkat menjadi lebih dari 2.000 pada 2017 ketika pasukan Amerika dan Kurdi dan milisi lokal Arab, yang dikenal sebagai Pasukan Demokratik Suriah, sedang memerangi ISIS di Raqqa, ibu kota de facto ISIS.

Pada Desember 2018, sebelum kekhalifahan ISIS runtuh, Trump mengeluarkan perintah pertamanya dari beberapa perintah untuk menarik semua pasukan Amerika dari Suriah. Pada gilirannya, Pentagon mencoba menahan rencana untuk menarik sekitar 1.000 pasukan sambil menjaga sisanya tersebar di sudut timur laut Suriah.

 Inggris

Inggris yang menjadi sekutu AS juga memiliki sejumlah pangkalan militer yang tersebar di beberapa titik di antaranya di Pulau Ascension, Bahrain, Belize, Bermuda, Brunei Darussalam, Kanada, Siprus, Kepulauan Falkland, Jerman, Gibraltar, Kenya, Monserrat, Nepal, Singapura, dan Qatar.

 Prancis

Negara yang saat ini dipimpin oleh Presiden Francois Hollande ini memiliki belasan pangkalan militer di beberapa negara seperti Gabon, Senegal, Uni Emirat Arab, Djibouti, Pantai Gading, dan Jerman.

Rusia

Rusia yang saat ini tengah bersitegang dengan AS memiliki sejumlah pangkalan militer yang sebagian besar tersebar di negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Georgia, Kazahkstan, Kirgiztan, Tajikistan, Ukraina, Moldova, Belarus, dan Armenia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *