Pejabat AS Tekan Intelijen Untuk Sebut Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

Pejabat AS Tekan Intelijen Untuk Sebut Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan

Intelijen Atas Perintah Pemerintahan Amerika Serikat

Pemerintahan – Sejumlah pejabat di pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan intelijen mencari bukti yang bisa mendukung teori virus corona diciptakan oleh lab pemerintahan China di Wuhan.

Kabar tersebut disampaikan oleh para pejabat dan juga para mantan pejabat di AS kedapa harian the New York Times. Indormasi ini muncul ditengah upaya Trump yang kian gencar menyalakan China atas pandemi COVID-19.

Baca juga : Puing Helikopter Militer Kanada Ditemukan di Perairan Italia

Sebagian pengamat intelijen khawatir tekanan dari pemerintah itu akan mengganggu penyelidikan tentang virus corona dan bisa digunakan sebagai senjata politik dalam persaingan melawan China.

Sebagian besar intelijen masih meragukan bisa menemukan bukti yang berkaitan dengan sebuah laboratorium dan para ahli yang sudah meneliti genetika virus corona mengatakan kemungkinan besar virus ini berpindah dari hewan ke manusia, bukan hasil rekayasa di laboratorium, sama seperti kasus HIV, Ebola, dan SARS.

Orang-orang dekat Trump dan anggota kongres dari Partai Republik selalu mencari cara agar bisa mengkambinghitamkan China atas pandemi ini untuk mengalihkan berbagai kritik yang menyoroti tidak becusnya pemerintah AS menangani krisis karena pandemi corona ini. Lebih dari satu juta warga AS sudah terpapar covid-19 dan lebih dari 60.000 meninggal.

Bantahan dari China

Menurut pejabat dan bekas pejabat AS, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, seorang mantan direktur CIA dan tokoh pemerintahan yang cukup vokal terhadap China, menjadi orang-orang yang terdepan dalam menekan intelijen AS untuk mencari informasi lebih banyak.

Laman the New York Times melaporkan, Kamis (30/4), Matthew Pottinger, wakil penasihat keamanan login live22 nasional yang melaporkan wabah SARS ketika sebagai jurnalis di China, menekan badan intelijen Januari lalu untuk mencari informasi yang bisa mendukung teori asal mula virus itu dari lab.

Anthony Ruggiero, kepala biro pelacakan senjata pembunuh massal di Dewan Keamanan Nasional, menyatakan kekecewaannya dalam konferensi video Januari lalu soal CIA yang tidak mampu mencari informasi yang mendukung teori asal usul virus ini. Pengamat CIA mengatakan mereka memang tidak memiliki bukti untuk mendukung teori apa pun pada saat itu, kata sumber yang mengetahui soal ini.

Penilaian CIA berdasarkan fakta bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa pemerintah China meyakini wabah ini berasal dari sebuah lab. Pemerintah China sudah berulang kali membantah virus itu bocor dari lab ketika ditekan soal asal muasal virus dan menyebut militer Amerikalah yang menciptakan virus itu.

Komentar Trump

Trump di Gedung Putih kemarin malam menunjukkan minatnya terhadap teori yang menyebut virus itu muncul dari sebuah lab di Wuhan.

Ketika ditanya wartawan, “Apakah pada saat ini Anda melihat ada sesuatu yang membuat Anda cukup yakin bahwa Institut Virologi Wuhan adalah asal muasal dari virus ini?”

“Ya, saya sudah melihatnya,” kata Trump tanpa merinci lebih jauh. “Dan menurut saya WHO harusnya malu karena mereka jadi semacam humas bagi China.”

Ketika ditanya untuk mengklarifikasi komentarnya, Trump mengatakan: “Saya tidak bisa katakan. Saya tidak diizinkan untuk mengatakan itu.”

“Ada banyak teori,” ujar Trump,” tapi kami punya orang yang mencari tahu soal itu dengan serius. Orang-orang ilmuwan, intelijen, dan lainnya.”

Pertanyaan Keilmuan

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kemarin. Kantor Direktur Intelijen Nasional mengatakan komunitas intelijen “akan terus mengkaji informasi yang muncul dan menentukan apakan wabah ini dimulai ketika terjadi kontak dengan hewan yang terinfeksi atau ini sebagai akibat dari sebuah kecelakaan di laboratorium di Wuhan.”

Badan intelijen, kata pernyataan itu, setuju dengan “kesepakatan keilmuan yang mengatakan virus Covid-19 bukan buatan manusia atau direkayasa secara genetik.”

Kementerian Luar Negeri AS menolak menjawab pertanyaan apa peran Menteri Luar Negeri Pompeo dalam kasus ini. Juru bicara Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar.

Richard Grenell, pelaksana tugas direktur intelijen nasional, sudah memerintahkan lembaganya untuk memprioritaskan asal mula virus corona. Pihaknya sudah menggelar pertemuan para pejabat intelijen pada 7 April untuk mengetahui apakah mereka bisa mencapai kesepakatan. Hasilnya adalah sejauh ini mereka belum bisa menentukan asal usul virus corona.

Sejumlah pejabat intelijen sudah berulang kali mengatakan kepada Gedung Putih. Menentukan asal mula wabah ini adalah pertanyaan yang bersifat keilmuan dan tidak bisa dipecahkan dengan mudah lewat pesawat mata-mata.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *