Rencana AS di Tolak Oleh Kanada untuk Kerahkan Tentara di Perbatasan

Tentara – Kanada menolok rencana AS untuk kerahkan pasukan disepanjang perbatasan.

Otoritas Kanada meyakini kebijakan itu diperlukan untuk memerangi penyebaran virus.

Diberitakan tribunnews.com dari South China Morning Post, alih-alih melawan Covid-19, ide Trump justru dinilai berpeluang merusak hubungan kedua negara.

Baca juga : 280 Tentara Amerika Serikat Positif Corona, Pihak Militer Enggan Berikan Data

Rencana itu memang mengejutkan, karena Ottawa telah menikmati hubungan yang lancar dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump selama 18 bulan terakhir.

Pekan lalu, kedua negara sepakat untuk menutup perbatasan demi membatasi perjalanan yang tidak penting, untuk mengurangi risiko penyebaran pandemi.

Namun, Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland menjelaskan pemerintah Liberal tidak punya waktu soal rencana mengirim ratusan tentara ke perbatasan untuk meningkatkan keamanan.

“Kanada sangat menentang proposal AS ini dan kami telah membuat oposisi. itu sangat, sangat jelas … ini adalah langkah yang sama sekali tidak perlu yang kami anggap merusak hubungan kami,” Freeland mengatakan pada konferensi pers.

“Situasi kesehatan masyarakat tidak memerlukan tindakan seperti itu,” lanjutnya.

Berbicara di Gedung Putih, Trump tampaknya kurang detail tentang kemungkinan penempatan pasukan dan mengatakan dia akan menyelidiki masalah ini.

Dia mengatakan itu akan menjadi “keadilan yang sama” karena militer AS telah dikerahkan untuk memberikan dukungan dengan Meksiko.

Perbatasan Kanada-AS membentang 8.891 km (5.525 mil) dan merupakan titik persimpangan untuk salah satu hubungan perdagangan bilateral terbesar di dunia.

Kirsten Hillman, yang diumumkan Perdana Menteri Justin Trudeau pada hari Kamis akan menjadi duta besar Kanada di Washington, mengatakan kepada Canadian Broadcasting Corp, “mengirimkan pesan bahwa ada masalah, dan (padahal) tidak ada”.

Trudeau sebelumnya mengatakan Ottawa telah menghubungi pihak berwenang AS dan akan menyesuaikan langkah-langkah keamanan perbatasan jika diperlukan.

Negara bagian New York, yang berbatasan dengan Kanada, telah menjadi pusat penyebaran Covid-19 di AS.

Tim Currier, walikota Massena, New York, mengatakan penyebaran Covid-19 bisa memicu kepanikan jika tidak dikomunikasikan dengan baik.

“Saya khawatir tentang bagaimana warga melihat itu,” katanya.

Kanada sendiri telah melaporkan sekitar 3.500 kasus virus corona dan 35 kematian.

Theresa Cardinal Brown, direktur kebijakan imigrasi dengan Pusat Kebijakan Bipartisan yang berbasis di Washington, mengatakan perbatasan AS-Kanada belum memerlukan pengamanan semacam itu.

“Saya belum melihat adanya laporan penigkatan kemungkinan ancaman di perbatasan AS-Kanada,”tegasnya.

Sumber : tribunnews.com