RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan

RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan

RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan yang Dikelola Militer

RI Bakal Punya Badan Cadangan Pangan – Pemerintah akan mencari tempat yang sesuai untuk menyimpan cadangan pangan. Yang menarik, keterkaitan TNI dalam pengelolaan cadangan pangan strategis memang sudah digarap serius.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah sedang mengkaji pembentukan lembaga atau badan cadangan pangan strategis nasional. Keinginan itu juga diiringi dengan penyusunan cadangan strategis pangan.

Rencana pemerintah ini langsung menuai kritik. Pengamat ekonomi pertanian Husein Sawit menilai pembentukan lembaga baru sebagai pemborosan karena sangat mahal dan butuh tenaga profesional. “Bisa saja membentuk badan pengelola cadangan pangan strategis, tetapi biayanya sangat mahal. Bisa triliunan rupiah.

Pengelolaan badan cadangan strategis pangan ditargetkan terealisasi tahun depan

Menurut Suharso, hampir semua negara di dunia mempunya cadangan pangan strategis yang dilindungi oleh militer. Oleh karena itu, pemerintah ingin mewujudkan upaya tersebut dalam waktu dekat.

Menurutnya, ketimbang membentuk lembaga baru kenapa pemerintah tidak memilih kebijakan penguatan tugas dan fungsi Perum Bulog ke depannya dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan. “Perum Bulog sebaiknya diperkuat menjadi badan pelaksana saja. Dia tidak perlu mengurus soal keuangan dan bagaimana penyalurannya,” papar Husein. Dengan demikian, Bulog bisa lebih fokus dan maksimal menjalankan tugas dan fungsi yang ditetapkan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Kekuatan Ketahanan Pangan Tidak Kalah Pentingnya Dengan Kekuatan Senjata

“Kita sedang pikirkan itu, dan kita sedang carikan tempatnya di mana khusus yang memang dikelola oleh para TNI kita ke depan. Mudah-mudahan itu bisa kita mulai di tahun depan,” ucapnya.

Alasan militer perlu mengelola badan cadangan strategis pangan

Suharso menjelaskan militer punya latar belakang dan pengalaman yang cukup mumpuni untuk mengelola badan cadangan strategis pangan. Dia menceritakan dalam kondisi perang, ada tiga hal yang harus dimiliki dalam dunia militer.

“Bukan hanya amunisi perang peralatannya itu tetapi mereka juga harus punya sistem kesehatan, makanya mereka punya rumah sakit, dokter dan sebagainya. dan yang ketiga pangan,” jelas dia.

Pentingnya ketahanan pangan

Suharso menambahkan, ketahanan menjadi salah satu isu penting bagi Indonesia. Tidak hanya terkait ketersediaan pangan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap lahan-lahan pertanian. Atas dasar itu, pria yang pernah menjadi staf khusus Wakil Presiden periode 2002 sampai 2004 menilai perlunya menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian.

“Lahan pertanian itu harus benar-benar kita proteksi dan dia harus menjadi simpanan lahan ke depan,” tegasnya.