Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki

Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki

Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki

Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki – Berbagai peristiwa dan momen bersejerah terjadi pada tanggal 6 Agustus 2019. Beragam kisah tersebut tersimpan secara rapi dalam benak masyarakat. Mulai dari peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki hingga wafatnya seniman asal Solo WS Rendra.

Pada fase-fase akhir Perang Dunia II atau lebih tepatnya bulan Agustus 1945 yang lalu, dua kota besar di Jepang rata dengan tanah akibat serangan bom atom yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.

Serangan bom atom tersebut merupakan serangan bom paling masif yang terjadi selama era Perang Dunia II. Ada ratusan ribu orang tewas akibat serangan tersebut. Bahkan, para ahli sepakat bahwa pengeboman di dua kota itu telah menewaskan lebih dari 300.000 korban jiwa.

Apa sebenarnya bom atom itu?

Secara sederhana, bom atom merupakan bom yang meledakkan energi akibat fisi (pembelahan inti) dari molekul atom, yakni neutron dan nukleus, seperti diulas dalam Atomic Heritage. Jika neutron menyerang atau bertemu dengan nukleus, maka nukleus tersebut akan melepaskan energi yang sangat besar dan dapat menghancurkan benda fisik di sekitarnya.

Biasanya, bom atom menggunakan bahan dasar berupa atom dari isotop uranium dan plutonium. Bisa dikatakan bahwa bom atom juga sama dengan bom nuklir, karena sama-sama menggunakan kemampuan pembelahan inti pada molekul atom.

Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II lalu, memiliki kekuatan sebesar 20 kilo ton TNT. Kekuatan seperti ini sanggup meratakan kota dengan tanah hanya dalam sekali ledakan. Saat ini, manusia sudah dapat menciptakan bom atom dengan kekuatan 70 mega ton TNT, yang artinya ribuan kali lebih mematikan dibandingkan dengan bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki adalah klimaks dari Perang Pasifik antara Amerika dan Jepang

Peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki tidak terjadi begitu saja. Ada alasan kuat mengapa Amerika Serikat sampai begitu tega menghancurkan dua kota besar di Jepang tersebut. Salah satu pemicunya adalah Perang Pasifik yang terjadi pada 1937 hingga 1945. Perang Pasifik sendiri merupakan salah satu bagian penting dari Perang Dunia II.

Pada 1941, Jepang dengan teknologi perang yang disegani di Asia telah menyerang Amerika Serikat dan banyak negara anggota Britania Raya lainnya. Serangan Jepang ke Amerika Serikat dikenal sebagai peristiwa Pearl Harbor. Kala itu, Amerika dan sekutu cukup dikejutkan oleh serangan Jepang.

Jepang sendiri masih menyimpan sakit hati akibat Perang Dunia I, di mana akibat perang tersebut, tatanan dunia–termasuk Asia–cenderung dikuasai oleh pihak barat dan aliansinya. Dengan semangat juang tinggi dan rasa gengsi yang cukup besar, Jepang memberanikan diri untuk lebih aktif dalam Perang Dunia II.

Amerika Serikat yang saat itu diserang secara tiba-tiba, telah merasa seperti dikhianati oleh kekaisaran Jepang. Pasalnya, kedua negara tengah melakukan diplomasi perdamaian. Akhirnya, setelah beberapa kali pertempuran antara Jepang dan Amerika dalam era Perang Dunia II, Amerika terpaksa mengakhiri perang tersebut dengan serangan serius, yakni bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Serangan bom atom di kedua kota tersebut sontak membuka mata Jepang, sekaligus dunia, bahwa Amerika dan sekutunya memang bukanlah tandingan dari Jepang dan mungkin negara-negara lain yang menantang mereka. Pengeboman tersebut juga menjadi akhir dari fase Perang Dunia II, yang merupakan perang modern terbesar dengan lebih dari 70 juta korban jiwa.