Senjata Milik Aparat Keamanan di Papua

Senjata Milik Aparat Keamanan di Papua

OPM Klaim Rampas 4 Senjata Milik Aparat Keamanan di Papua

OPM Klaim Rampas 4 Senjata Milik Aparat Keamanan di Papua – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengklaim OPM telah merampas empat pucuk senjata milik aparat keamanan TNI/Polri di Kampung Ndeotadi Kabupaten Paniai.

Keterangan tertulis itu telah dibenarkan oleh Sebby kepada Daftar Poker Online Indonesia melalui percakapan di media sosial facebook, Sabtu. Asumsi menguat sebab tiga dentuman di lokasi berbeda dilaporkan terdengar periodik.

Jakarta dan sekitarnya mendengar pada 11 April, lantas tepat satu bulan kemudian, 11 Mei, dentuman terdengar di Jawa Tengah. Anggota TNI itu kata Eko langsung bergegas mencari lokasi tempat suara tembakan berlangsung.

“Tidak ada aktivitas militer, latihan militer, tidak ada kegiatan latihan, apalagi di Pulau Jawa. Semua personel membantu pemerintah menangani percepatan penanggulangan Covid-19. Semua energi ke sana,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Sisriadi kepada Poker IDNPlay, Sabtu.

Sisriadi mengatakan pengerahan personel untuk percepatan penanganan Covid-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan TNI juga masuk dalam Gugus Tugas Covid-19.

“Keputusan presiden semuanya untuk menangani Covid-19 dan TNI berada dalam gugus tugas. Kami menjaga Wisma Atlet dan Pulau Galang,” kata Sisriadi.

Peneliti Petir dan Atmosfer BMKG Deni Septiadi sebelumnya menjelaskan ia berasumsi kuat suara dentuman terjadi akibat aktivitas manusia, bukan sumber alami.

Sebby menjelaskan kronologis perampasan senjata tersebut. Kata dia, perampasan senjata terjadi Senin. Perampasan empat senjata, menurut Sebby, dilakukan oleh kelompok pimpinan Ton Tabuni.

Usai perampasan itu, Sebby menyebut pasukan TNI-POLRI langsung mengejar kelompok Ton Tabuni. TNI menegaskan tak ada aktivitas militer selama masa pandemi Covid-19 yang bisa menyebabkan suara dentuman seperti didengar sebagian penduduk di Pulau Jawa semasa dua bulan terakhir.

Keputusan presiden untuk menangani Covid-19

Pernyataan itu disampaikan TNI untuk menanggapi asumsi Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) bahwa dentuman di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang masih misterius sampai saat ini tidak berasal dari sumber alami, melainkan tidak alami misalnya dari aktivitas manusia.

Kemudian, pada Tanggal 21 Mei 2020, di Distrik Bilae, Kampung Pogapa Kabupaten Paniai Enarotali, TPNBP-OPM kembali terlibat baku tembak dengan aparat TNI-Polri. Namun, baku tembak dilakukan oleh kelompok Yoniut Kogeya.

Tak hanya di Paniai, penembakan juga dilakukan oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) terhadap warga lokal papua di Tembagapura, tepatnya di Mill 62, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Korban mengalami luka tembak pada bagian perut dan leher sehingga saat ini kondisi korban tidak sadarkan diri. Dia mengatakan sumber alami bisa berasal dari aktivitas seismik, vulkanik, petir, longsoran, hingga ledakan meteor di angkasa worcestershiresoldier.org

Namun tidak ada data semasa pandemi yang menunjukkan aktivitas seperti itu bisa menimbulkan dentuman. BMKG berasumsi dentuman berasal dari sumber tidak alami seperti aktivitas militer berupa tembakan atau suara pesawat. Kata dia, empat pucuk senjata api itu milik anggota Pos 99.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan saat kejadian, Anggota TNI Satgas Pengamanan PTFI yang berjaga di Pos Mile 59 (Ketinggian Tower) dan Mile 61 (Ketinggian sebelah kanan kandang Gajah) mendengar suara tembakan rentetan Senjata Api laras panjang di sekitaran Mile 62, Distrik Tembagapura.

“Sampai di lokasi kejadian Tim Aparat Gabungan TNI/Polri menemukan warga sipil yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri dengan luka tembakan di perut dan leher,” kata Eko.

“Pasukan TPNPB-OPM telah menembak mati empat anggota tentara Indonesia. Penembakan juga dilakukan terhadap satu orang warga Papua disebut sebagai mata-mata TNI/Polri,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *