Serangan Roket Kembali Hantam Kedubes

Serangan Roket Kembali Hantam Kedubes

Serangan Roket Kembali Hantam Kedubes AS di Irak

Serangan Roket Kembali Hantam Kedubes AS di Irak – Serangan roket kembali menghantam kawasan kedutaan besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak pada Selasa pagi waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkap seorang wisatawan Amerika Serikat (AS) positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Secara total, Malaysia mencatat 22 kasus virus corona di negaranya.

Warga negara AS berusia 82 tahun itu menjadi penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Kamboja pada 13 Februari 2020.

Ledakan itu terdengar hingga ke seluruh kota dan memicu sirene keamanan di kompleks kedutaan besar AS berbunyi. Meski demikian dilaporkan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Juga belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Namun baik AS maupun Irak berharap dapat memperbaiki hubungan sejak Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi mengambil alih kepemimpinan awal bulan ini. Rencananya mereka akan melakukan Daftar Poker Online Indonesia pembicaraan bilateral pada Juni mendatang.

Negosiasi diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja untuk kehadiran pasukan AS, yang telah dikerahkan ke Irak pada 2014 untuk memimpin koalisi melawan kelompok ISIS.

Akan tetapi kehadiran pasukan AS ditentang oleh Iran dan sekutunya. Mereka bersikeras agar pasukan AS segera meninggalkan negara itu.

Negosiasi diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja

Angka baru orang terinfeksi virus corona mencuat tepat ketika Amerika Serikat (AS) sedang bersiap mengevakuasi beberapa warganya dari Putri Intan, yang telah dikarantina sejak 5 Februari lalu di Pelabuhan Yokohama, dekat Tokyo.

Sumber keamanan mengatakan kepada AFP, serangan roket di zona keamanan tinggi ini merupakan yang pertama dalam beberapa pekan.

Pada hari Minggu, Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa AS akan diusir dari Irak dan Suriah. Khamenei meyakini AS tidak akan tinggal lama di Irak atau Suriah.

Koalisi pimpinan-AS telah menarik pasukan berkekuatan 7.500 orang di Irak tahun ini, setelah menganggap ancaman yang menurun dari ISIS dan kesulitan melatih pasukan Irak karena penyebaran virus corona.

AS menuduh kelompok Hashsha al-Shaabi berada di balik serangkaian serangan roket ke kedutaan besar AS di Baghdad dan pangkalan yang menampung pasukan mereka.

Hashsha al-Shaabi merupakan kelompok yang didukung Iran, yakni jaringan militer yang secara resmi dimasukkan ke dalam pasukan keamanan negara Irak.

Serangan roket yang turut menewaskan personel bersenjata AS, Inggris dan Irak itu berdampak buruk pada hubungan antara Baghdad dan Washington worcestershiresoldier.org

Ketegangan kian memanas pada Januari lalu ketika AS membunuh jenderal Iran Qasem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis dalam serangan pesawat tak berawak.

Hantaman roket itu menambah daftar panjang serangan yang menyasar kepentingan AS di Irak sejak Oktober tahun lalu. Akan tetapi tidak ada satupun pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *