Situasi Memanas, Taiwan gelar latihan militer di Laut China Selatan

Situasi Memanas, Taiwan gelar latihan militer di Laut China Selatan

Situasi Memanas, Taiwan gelar latihan militer di Laut China Selatan

Taiwan gelar latihan militer di Laut China Selatan – Tentara Taiwan mengadakan latihan tembak langsung di pusat Kota Taichung. Latihan tembak ini merupakan bagian dari latihan militer besar-besaran di tengah panasnya situasi di Laut China Selatan.

Latihan militer Taiwan kali ini menggunakan skenario invasi oleh militer China. Latihan perang tersebut berlangsung selama lima hari dan akan berakhir pada Jumat.

Latihan militer rutin yang Taiwan sebut dengan Han Kuang itu sejatinya berlangsung awal tahun, tapi tertunda pandemi virus corona. Hanya, Taiwan berhasil menahan penyebaran virus dan menyatakan negaranya sudah bebas dari Covid-19.

Latihan militer tahunan “Han Kuang” menjadi salah satu latihan militer terbesar yang diselenggarakan Militer Taiwan guna mengantisipasi ancaman dan agresi militer dari negara tetangganya. Dikutip dari Reuters, dalam latihannya, Militer Taiwan melibatkan seluruh cabang kemiliteran yang mereka miliki, seperti darat, udara, dan laut.

Setidaknya kurang lebih 8.000 Prajurit Taiwan dilibatkan dalam latihan militer tersebut dan seluruh elemen persenjataan buatan lokal ataupun luar negeri, seperti Multiple Launch Rocket System (MLRS) Thunderbolt-2000 dari Taiwan dan pesawat jet tempur F-16 buatan AS, ikut berpartisipasi. Melalui kombinasi dan penyelarasan yang dilakukan Militer Taiwan dalam latihan militer kali ini, mereka mencoba membuktikan kesiapannya untuk menghadapi ancaman Militer Tiongkok yang selalu menghantui.

Taiwan terlihat sangat terancam dengan kemampuan yang dimiliki Pasukan RRT. Simulasi pertahanan dari “serangan invasi” menjadi pilihan pemerintah republik rakyat Tiongkok untuk terus mengawasi perkembangan Militer Taiwan secara saksama dan berkala melakukan latihan militernya sendiri di Selat Taiwan yang menjadi pembatas antara RRT dan Taiwan.

Melihat bahaya ancaman bisa datang kapanpun, Militer Taiwan memilih simulasi pertahanan pesisir Taiwan (Wilayah Taichung) dari percobaan serangan invasi musuh, dilansir Washington Post. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa kegiatan latihan militer ini adalah sebuah bentuk kebulatan tekad Taiwan dalam mempertahankan kedaulatannya.

Taiwan selalu menjadi incaran utama Tiongkok 

Kisruh panjang yang menyelimuti Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok tentunya tidak lepas dari sejarah yang dimiliki kedua negara. Ambisi RRT untuk menguasai Taiwan setelah kemenangan Pasukan Komunis melawan Pasukan Republik dalam Perang Saudara Tiongkok pada tahun 1949, membuat mereka selalu menargetkan Taiwan agar kembali ke pangkuan Daratan Utama.

Pemerintah Tiongkok selalu melihat Taiwan sebagai salah satu wilayahnya dalam doktrin “satu Tiongkok” dan mereka akan menggunakan segala cara, termasuk militer, untuk mengembalikan Taiwan dalam genggamannya. Meskipun banyak negara yang tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat, termasuk AS, tetapi hal tersebut tidak membuat Pemerintah AS untuk meninggalkan Taiwan dan tetap berkomitmen untuk melindunginya jika perang memang terjadi.