Taiwan Gelar Latihan Militer Sebab Situasi Genting

Taiwan Gelar Latihan Militer Sebab Situasi Genting

Taiwan Gelar Latihan Militer Sebab Situasi Genting

Taiwan Gelar Latihan Militer Sebab Situasi Genting – Anggota militer Taiwan pada hari Kamis, menggelar latihan militer lanjutan untuk mempersiapkan Pasukan Taiwan dalam mempertahankan kedaulatan dari segala bentuk ancaman militer. Latihan militer tersebut dilaksanakan sejak hari Senin dan sekarang sudah memasuki hari ketiga.

Yang disebut Latihan militer “Han Kuang” merupakan latihan tahunan rutin yang diselenggarakan Militer Taiwan dengan tujuan utama mengusir pasukan musuh yang mencoba menginvasi Daratan Taiwan, seperti yang dilansir dari Reuters.

Simulasi pertahanan dari “serangan invasi” menjadi pilihan

Menjadi negara kecil yang terletak tidak jauh dari Daratan Utama Tiongkok, Taiwan terlihat sangat terancam dengan kemampuan yang dimiliki Pasukan RRT. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok terus mengawasi perkembangan Militer Taiwan secara saksama dan berkala melakukan latihan militernya sendiri di Selat Taiwan yang menjadi pembatas antara RRT dan Taiwan.

Mengetahui ancaman nyata yang selalu mengintai, Militer Taiwan memilih simulasi pertahanan pesisir Taiwan (Wilayah Taichung) dari percobaan serangan invasi musuh, dilansir Washington Post. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa kegiatan latihan militer ini adalah sebuah bentuk kebulatan tekad Taiwan dalam mempertahankan kedaulatannya. Tsai juga menambahkan, “seperti yang saya sampaikan, keamanan nasional tidak bergantung hanya dengan tunduk dan melawan, tetapi pada pertahanan nasional yang solid. Semua dari perwira dan prajurit kita adalah inti dari semua itu”, ujarnya di depan Pasukan Taiwan.

Melibatkan semua cabang Kemiliteran Taiwan

Latihan militer tahunan “Han Kuang” menjadi salah satu latihan militer terbesar yang diselenggarakan Militer Taiwan guna mengantisipasi ancaman dan agresi militer dari negara tetangganya. Dikutip dari Reuters, dalam latihannya, Militer Taiwan melibatkan seluruh cabang kemiliteran yang mereka miliki, seperti darat, udara, dan laut.

Setidaknya kurang lebih 8.000 Prajurit Taiwan dilibatkan dalam latihan militer tersebut dan seluruh elemen persenjataan buatan lokal ataupun luar negeri, seperti Multiple Launch Rocket System (MLRS) Thunderbolt-2000 dari Taiwan dan pesawat jet tempur F-16 buatan AS, ikut berpartisipasi. Melalui kombinasi dan penyelarasan yang dilakukan Militer Taiwan dalam latihan militer kali ini, mereka mencoba membuktikan kesiapannya untuk menghadapi ancaman Militer Tiongkok yang selalu menghantui.

Taiwan selalu menjadi incaran utama Tiongkok

Kisruh panjang yang menyelimuti Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok tentunya tidak lepas dari sejarah yang dimiliki kedua negara. Ambisi RRT untuk menguasai Taiwan setelah kemenangan Pasukan Komunis melawan Pasukan Republik dalam Perang Saudara Tiongkok pada tahun 1949, membuat mereka selalu menargetkan Taiwan agar kembali ke pangkuan Daratan Utama.

Dilaporkan Channel News Asia, Pemerintah Tiongkok selalu melihat Taiwan sebagai salah satu wilayahnya dalam doktrin “satu Tiongkok” dan mereka akan menggunakan segala cara, termasuk militer, untuk mengembalikan Taiwan dalam genggamannya. Meskipun banyak negara yang tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat, termasuk AS, tetapi hal tersebut tidak membuat Pemerintah AS untuk meninggalkan Taiwan dan tetap berkomitmen untuk melindunginya jika perang memang terjadi. Hal ini membuat Taiwan selalu mendapat tekananan dari RRT, namun itu tidak pernah membuat mereka takut menghadapi Negara Tirai Bambu tersebut.