Tentara Ekuador Evakuasi 150 Mayat Korban Virus Corona Di Jalanan Dan Rumah

tentara ekuador evakuasi korban virus corona

Tentara dan polisi dari negara Ekuador baru saja mengumpulkan sedikitnya 150 mayat dari jalanan dan rumah di kota/provinsi Guayaquil terkait dari wabah virus corona. Tugas ini sendiri dijalankan oleh pihak militer dan kepolisian yang dikirimkan ke kota pelabuhan beberapa hari yang lalu untuk mengumpulkan jenazah.

Guayaquil sendiri merupakan salah satu kota terparah yang dilanda wabah Covid1-9, namun penanganan bagi para korban sangat tidak memadai. Bahkan juru bica pemerintah Jorge Wated mengatakan mayat-mayat tersebut dikumpulkan hanya dalam 3 hari saja.

Baca Juga: Top! Presiden Rusia Putin Bantu Trump Untuk Atasi Corona

Warga merekam momen saat para tentara dan polisi mengevakuasi banyak mayat di jalanan lalu diunggah ke media sosial hingga menjadi viral. Para korban ditelantarkan begitu saja karena tak ada yang berani mengambil, bahkan sekadar mendekati. Bahkan banyak jenazah yang tergeletak di jalan selama 3 hari.

Tentara Dan Polisi Ekuador Bantu Atasi Corona

Pasukan Tentaran dan polisi ekuador dikirim setelah warga mengirim pesan ke pemerintah berisi keputusasaan menghadapi dampak wabah virus corona.

Wated meminta maaf terkait penanganan pemerintah terkait wabah corona dalam pesan yang disiarkan di televisi nasional.

Dia mengatakan, petugas rumah sakit tidak bisa bekerja mengambil mayat-mayat terkait pemberlakuan jam malam.

“Kami mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada mereka yang harus menunggu berhari-hari agar (jenazah) orang yang mereka cintai dibawa,” kata Wated, dikutip dari AFP, Sabtu (4/4/2020).

Otoritas Ekuador belum mengonfirmasi berapa jumlah pasti korban meninggal di Guayaquil akibat Covid-19. Namun kota itu merupakan yang terparah dilanda wabah.

Seorang warga, Rosa Romero (51) kehilangan suami, Bolivar Reyes. Jenazah sang suami sempat telantar di rumah karena tak ada yng mau mengurus. Akhirnya petugas membawa jenazah sang suami setelah sehari.

Setelah itu Romero tak mengetahui lagi keberadaan jenazah suami. Beberapa rumah sakit tak mampu menampung lagi mayat-mayat karena jumlahnya terus bertambah.

Otoritas Tentara Ekuador memperkirakan jumlah korban meninggal di Guayaquil dan provinsi sekitarnya bisa mencapai 3.500 dalam beberapa bulan.

Hingga Sabtu, negara tersebut mengonfirmasi 3.368 kasus virus corona. Ekuador merupakan negara Amerika Latin paling parah dilanda virus corona setelah Brasil.

Baca Juga: Di Tengah Virus Corona, Presiden Amerika Serikat Ingatkan Iran

Guayaqul sendiri juga memiliki tingkat kematian tertinggi di Amerika Latin yakni dengan 1,35 kematian per 100 ribu penduduk. Dimana Provinsi Guayaquil dan tetangganya Guanas menyumbang 70 persen dari total kasus virus corona di negara tersebut.

Itulah tadi informasi yang beredar mengenai kondisi dari virus corona di negara ekuador. Semoga saja virus ini cepat selesai dan situasi dunia bisa menjadi lebih kondusif. Sekian artikel kali ini, semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi baru buat kamu.

Sumber: Inews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *