Tentara Saudi Penyerang Pangkalan AS

Tentara Saudi Penyerang Pangkalan AS

Tentara Saudi Penyerang Pangkalan AS terkait dengan Al Qaeda

Tentara Saudi Penyerang Pangkalan AS terkait dengan Al Qaeda – Tentara Arab Saudi yang menjadi pelaku penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola, Florida, Amerika Serikat, dilaporkan memiliki hubungan dengan Al-Qaeda.

“Sebenarnya sudah direncanakan dan persiapan dilakukan selama bertahun-tahun,” kata Direktur FBI Christopher Wray seperti dikutip dari AFP, Selasa. Apple menolak tuduhan bahwa mereka tidak mau bekerja sama dalam penyelidikan.

Namun, perusahaan itu mengatakan bahwa membuat “back door” untuk bisa mendapatkan akses ke perangkat demi penegakan hukum AS akan membuat IDN Poker Online mereka rentan terhadap berbagai peretasan.

Berdasarkan informasi intelijen diketahui Al-Mawli adalah sosok yang kerap menyusun rencana terorisme global. Dia disebut sebagai salah satu yang merencanakan teror 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Sosok yang disebut sebagai lulusan ilmu hukum syariah itu pun telah dinyatakan PBB sebagai pelaku genosida terkait tindakannya terhadap etnis Yazidi. Surat kabar Inggris, The Guardian, pada Januari lalu menulis berdasarkan informasi intelijen bahwa Al-Mawli tumbuh di antara keluarga Irak-Turki.

Al-Mawli juga disebut pernah menjadi prajurit militer Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein. Namun, itu terjadi sebelum Al-Mawli bergabung dengan jaringan Al-Qaeda di Irak.

Perwira Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi Letnan Mohammed Alshamrani melakukan penembakan di Pangkalan Angkatan Laut Pensacola hingga menewaskan tiga pelaut dan melukai enam orang.

Amerika Serikat (AS) mengumumkan nama pemimpin ISIS yang telah teridentiikasi dan kini masuk dalam daftar hitam teror. Nama pemimpin ISIS itu adalah Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Al-Mawli menjadi pemimpin kelompok militan tersebut setelah Abu Bakar Al Baghdadi tewas dalam serbuan pada Oktober tahun lalu.

Selain itu, Al-Mawli diketahui pernah ditangkap pasukan AS dan dipenjara di kawasan Irak bagian selatan. Di sana diduga adalah tempat Al-Mawli berbaiat kepada Baghdadi–yang juga dipenjara sebagai bagian dari Al-Qaeda.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Al-Mawli

Untuk memburu Al-Mawli, Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan memberikan imbalan hingga US5 juta buat infomrasi guna menangkap sang pengganti Al-Baghdadi tersebut.

“Al-Mawli sebelumnya diketahui aktif bersama Al-Qaeda di Irak dan terkenal karena kerap menyiksa kelompok minoritas Yazidi,” ujar Pompeo seperti dilansir AFP.

“Kami telah menghancurkan khalifah (Al Baghdadi) dan kami akan tetap berkomitmen menghancurkan ISIS tak peduli siapa yang mereka tunjuk selanjutnya sebagai pemimpin.”

Penyidik juga menginterogasi enam rekan Alshamrani yang ditugaskan untuk belajar di AS. Pelaku disebut sempat menunjukkan rekaman video tentang penembakan massal pada malam hari sebelum kejadian.

Alshamrani disebut sempat mencuit melalui akun Twitter bahwa dia akan melakukan penembakan itu karena AS adalah “negara iblis”. Alshamrani mendadak melepaskan tembakan di dalam ruang kelas. Dia lantas ditembak mati oleh polisi setempat.

Menurut Wray, bukti yang ditemukan di ponsel terenkripsi menunjukkan perwira itu telah diradikalisasi setidaknya pada 2015, dan sejak itu telah dikaitkan dengan operasi “berbahaya” dari Al-Qaeda yang berbasis di Yaman di Semenanjung Arab.

FBI dan pihak pengadilan mengungkapkan temuan tersebut setelah berbulan-bulan berusaha memecahkan enkripsi pada iPhone Alshamrani. Penyidik menyebut proses itu sempat terkendala karena Apple menolak membantu worcestershiresoldier.org

Jaksa Agung AS Bill Barr menuduh Apple menempatkan kepentingan keuangannya sendiri di atas kepentingan negara. “Jika bukan karena kecerdikan FBI kita, sedikit keberuntungan, dan jam demi jam waktu dan sumber daya, informasi ini akan tetap belum ditemukan,” kata Barr.

Pejabat pengadilan AS menyebut Letnan Mohammed Alshamrani telah merencanakan lama serangan tersebut. Pilot Angkatan Udara Arab Saudi itu melancarkan serangan pada 6 Desember lalu hingga mengakibatkan tiga orang tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *