Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar

Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar

Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar

Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar,- Apa saja jet tempur yang sebenarnya tak kalah dari F-22 atau F-35? Lalu apa saja fitur kecanggihan mereka?

F-22 Raptor dan F-35 Lighting II telah mencuri sorotan di dunia penerbangan. Namun, ada tiga jet tempur siluman yang sedang dikembangkan dan mungkin belum pernah Anda dengar, dikutip dari National Interest.

GENERIC FUTURE FIGHTER

32174 13503 0 1000x600 - Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar

Insinyur di Saab sudah mulai bekerja pada senjata terbaru Swedia, yang sejak awal dirancang sebagai “petarung” siluman. worcestershiresoldier.org

Duet dengan Linköping University di Swedia, Saab menciptakan model sub-skala dari apa yang mereka bayangkan sebagai Generic Future Fighter. Meskipun badan pesawat demonstran hanya model skala 13 persen, itu dilaporkan mampu terbang dan memberi peneliti beberapa wawasan tentang pengembangan jet tempur siluman.

Sesuai dengan warisan sayap delta Saab, model Generic Future Fighter memiliki sayap delta yang dimodifikasi. Ini juga memiliki kanopi dengan gaya F-22 dengan lengkungan pemisah sepanjang hidung. Seperti F-22 Raptor, Generic Future Fighter menggunakan desain ekor miring.

KAI KF-X

kf x - Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar

KAI KF-X adalah proyek tempur siluman yang digawangi Korea Selatan-Indonesia. Proyek ini dikonsep sejak 2001. Pada awalnya, itu ditolak karena terus bentrok dengan sektor manufaktur pesawat terbang domestik Korea Selatan, dan terlalu mahal.

Proyek ini dikaji ulang dan dieksekusi pada 2010 di mana Indonesia dipilih untuk membantu dalam hal pendanaan penelitian dan pengembangan. Indonesia memegang 20 persen saham dalam proyek tersebut dan telah berkomitmen untuk membeli sekitar 50 airframes begitu mereka memasuki produksi.

Menurut pejabat terkait dalam industri kedirgantaraan sebagaimana dikutip Janes.com saat berlangsungnya 2019 Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX), Indonesia memiliki 114 insinyur yang bekerja pada KF-X di Korea.

“Mereka terutama bekerja pada desain pesawat tetapi juga pada proses pembuatan,” ungkapnya, dikutip dari Angkasa.

Menurut pihak PTDI, keterlibatan para insinyur dalam program tersebut dimaksudkan untuk mendukung pengembangan jangka panjang dan kemampuannya dalam menerapkan kemampuan yang diperoleh di pelbagai platform Poker Deposit Pulsa Indosat.

Namun, pejabat di level industri enggan berkomentar terkait pembicaraan di tingkat pemerintah yang dimaksudkan untuk memungkinkan Jakarta mendanai keterlibatannya dalam program IF-X.

Pembicaraan kedua negara sendiri sudah dimulai pada Oktober 2018 setelah Indonesia mengatakan, karena kurangnya dana, ia ingin menegosiasikan kembali pengaturan keuangan yang disepakati pada 2015. Renegosiasi mulanya diharapkan akan rampung dalam 12 bulan, namun ternyata molor.

Berdasarkan perjanjian keuangan awal KF-X, Indonesia berkomitmen untuk membayar 20 persen dari total biaya pengembangan pesawat, yang diperkirakan sekitar US$8 miliar. Sementara, pemerintah Korea Selatan berkomitmen mendanai hingga 60 persen, dengan KAI menutupi 20 persen sisanya.

KAI KF-X sepintas tampak mirip dengan pesawat tempur siluman F-35, meskipun kemampuannya kemungkinan tidak terlalu tersembunyi. Ia juga memiliki ekor miring dan hidung pemisah, meskipun badan pesawat keseluruhan tampaknya lebih solid daripada F-35. Jenis itu dimaksudkan menjadi lebih tersembunyi ketimbang Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale. Ia memiliki kemampuan lebih baik dari F-16 dengan jangkauan dan masa pakai yang juga lebih besar.

Baca Juga: Teledor, Militer Iran Hampir Tembakan Rudal Ke Arah Jet Tempur F-18 AS

PROYEK AZM

a0a5809a468f9d21cd72f5dfe2660b54b3643ea9v2 hq - Tiga Jet Tempur Eksotis yang Belum Pernah Anda Dengar

Bersamaan dengan China, Pakistan dilaporkan mengembangkan pesawat tempur siluman generasi ke-5. Seperti usaha Pakistan sebelumnya dengan China, JF-17, AZM kemungkinan akan sangat tergantung pada teknologi dan bantuan Tiongkok, meskipun badan pesawat final mungkin dirakit di Pakistan.

Pesawat tempur siluman FC-31 Tiongkok mungkin menjadi tempat awal untuk gagasan Project AZM. Ini ringan, kompak, dan mungkin lebih murah, terlebih bila dibandingkan dengan China J-20 di Chengdu.

Mengembangkan pesawat tempur siluman akan menjadi prestasi yang mengesankan bagi sebuah negara dengan anggaran pertahanan di bawah US$8 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *