TNI di Makassar Bubarkan Kerumunan Warga selama Wabah Corona

TNI di Makassar Bubarkan Kerumunan Warga selama Wabah Corona

TNI di Makassar Bubarkan Kerumunan Warga selama Wabah Corona

TNI di Makassar Bubarkan Kerumunan Warga selama Wabah Corona – Pemerintah Kota Makassar melibatkan unsur tripika atau pimpinan mulai tingkat Camat. Komandan Rayon Militer atau Danramil, serta Polsek setempat terus berupayauntuk membubarkan kerumunan masyarakat di masa darurat virus corona.

Guna mengefektifkan hal tersebut, pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan aparat TNI-Polri serta seluruh camat untuk memetakan daerah mana yang masih terdapat kerumunan orang. Selain itu, pertemuan koordinasi dilakukan malam ini. Aparat gabungan akan menindak tegas warga yang masih berkeliaran di tempat-tempat keramaian untuk segera pulang ke rumahnya.

“Sesuai surat edaran agar masyarakat untuk sementara tinggal di rumah, tidak berkeliaran apalagi di tempat keramaian, dan acara lain tempat berkumpulnya massa,” kata Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, Selasa.

Dilansir dari https://amorvacui.org  Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai penyebarannya. Sebab saat ini Indonesia dalam kondisi tanggap darurat non-bencana COVID-19.

Bahkan ini diperkuat dalam surat imbauan yang dikeluarkan pemerintah disampaikan untuk sementara lokasi tempat berkumpul banyak orang seperti tempat wisata, THM, kafe, warung kopi, tempat jajanan.

Kemudian acara pesta pernikahan, acara keluarga, seminar, konser, karnaval dan lainnya ditunda atau ditiadakan sementara mulai 23 Maret-5 April 2020.

Demi memutus rantai penyebaran covid

“Ada koramil, dan polsek-polsek mengimbau warga untuk tidak berkumpul-kumpul sementara, mereka akan dibubarkan sebagai langkah tegas bila tidak mengindahkan,” ujarnya menegaskan.

Tidak hanya itu, Pemkot Makassar pun secara resmi sudah mengeluarkan surat imbauan untuk menutup seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) sementara di Makassar mulai 23 Maret-5 April 2020.

Pantauan di lapangan sejumlah aparat gabungan TNI-Polri sudah bergerak meminta pengunjung kafe dan warung kopi untuk segera pulang lebih awal sebagai langkah antisipasi memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya itu.

Mereka tidak segan menindak tegas dan membubarkan warga bandel yang masih berkerumunan di tengah pandemi corona.

Ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran covid-19. Ya selama dua hari ini, beberapa warga yang berkumpul justru bubar duluan sebelum kita bubarkan karena ketakutan,”