TNI Jaga Perbatasan RI – Malaysia

TNI Jaga Perbatasan RI – Malaysia

TNI Jaga Perbatasan RI – Malaysia

TNI Jaga Perbatasan RI – Malaysia – Dalam rangka menyongsong persiapan tugas operasi pengamanan perbantuan (PAMTAS) RI-Malaysia untuk menggantikan Yonif 141/AYJP, Pangdam VI/Mulawarman (Mlw) Mayjen TNI Subianto didampingi Danrem 091/Asn Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos yang juga di hadiri Asops kasdam, Asintel kasdam, Para Kasi Korem 091 ASN, Dansat dan Kabalak wilayah Tarakan, melakukan pengecekan kesiapan atau gelar pasukan pengamanan perbatasan Darat RI-Malaysia di lapangan Mako Yonif Raider 613/Raja Alam, Selasa.

Di Mako Batalyon ERaider 613 Raja Alam, Pangdam VI Mulawarman ini langsung mengecek para personel prajurit termasuk persenjataan yang akan digunakan selama menjalankan tugas pengamanan di daerah perbatasan di Provinsi Kaltara.

Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo memantau kerja sama taktis perbatasan RI-Malaysia dari KRI Diponegoro-365 di perairan Ambalat, Jumat, 10 Juli 2020.

Kegiatan yang melibatkan tiga Kapal Perang TNI AL BKO Guspurla Koarmada II dan Pesawat TNI AU unsur Koopsau II ini, merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilaksanakan di Mako Koopsau II saat KRI Diponegoro-365 sandar di Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan.

“Tiga kapal perang TNI AL yang terlibat yaitu KRI Diponegoro -365, KRI Pulau Rengat-711, dan KRI Kakap-81. Sedangkan TNI AU meluncurkan pesawat udara Boeing 737 dari Skuadron 5 Lanud Hasanuddin, ” ujar Rahmat Eko-sapaan karibnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama yang baik secara taktis antara dua matra, dalam rangka Operasi Gabungan TNI demi menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan RI-Malaysia, khususnya di perairan Blok Ambalat, ” lanjut Rahmat Eko.

Prajurit Yonif Raider 613 Raja Alam akan di tempatkan di pos-pos pengamanan daerah perbatasan di Kabupaten Nunukan. Para prajurit ini akan disebar di beberapa pos pamtas (pengamanan perbatasan) untuk menjaga pengamanan di lintas batas di daerah perbatasan.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengungkapkan, dalam pengecekan kesiapan prajurit dan perlengkapannya tidak ada masalah. Namun di dalam tugas ini, tentunya kesiapan personel prajurit sangat dibutuhkan.

“Karena dalam tugas ini prajurit tidak hanya melakukan pengamaman perbatasan, namun juga ada tugas-tugas lainnya. Misalnya membantu kesejahteraan masyarakat, yakni mengajar di beberapa sekolah di perbatasan, termasuk membantu kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Rahmat Eko juga menambahkan jika kersamtis ini adalah tindak lanjut dari perintah Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto terkait sinergitas TNI AL selaku komponen utama pertahanan negara di laut, dengan pesawat udara TNI AU sebagai garda terdepan komponen pertahanan di udara demi menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan RI-Malaysia, dirilis Dinas Penerangan Koarmada II.