TNI Perketat Pengawasan Perbatasan

TNI Perketat Pengawasan Perbatasan

TNI Perketat Pengawasan Perbatasan Timor Leste

Antisipasi Corona, TNI Perketat Pengawasan Perbatasan Timor Leste – Korem 161 Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menambah personel di perbatasan untuk mengantisipasi masuk keluar orang dan barang di jalan-jalan tikus dan pos lintas batas untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau covid-19.

“Kami mulai melakukan ‘penebalan’ personil di pos- pos lintas batas negara,” kata Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang, Brigade Jenderal Syaiful Rahman di Kupang, Selasa, 31 Maret 2020.

Penambahan jumlah personil di perbatasan terus diperbanyak sejak dibentuknya Gugus Tugas Covid-19. “Setiap pos ada penambahan personel.” Mengimbau agar warga tidak membuat kegiatan yang membuat orang berkerumun, Hamidin tidak memberlakukan jam malam.

“Himbauan ini terus kami dengungkan kepada masyarakat.” Sedangkan Kapolda NTT, Inspektur Jenderal Hamidin
mengantisipasi penyebaran wabah Corona dengan melarang adanya kegiatan yang melibatkan orang banyak.

“Kami hanya berikan imbauan. Kami juga berharap tidak ada lagi pesta pesta.” Jajaran TNI memperketat penjagaan di garis tapal batas antara Negara, Indonesia dengan Timor Leste. Pengetatan ini guna mecegah adanya perdagangan ilegal, juga terkait penyebaran virus corona dari negara tetangga ini.

Pasalnya saat ini banyak warga Cina yang berdomisili dan berusaha dagang di bekas Provinsi Indonesia ke 27 ini. “Kami akan perketat pengamanan pelintas batas dari Negara Timor Leste ke Indonesia. Khusus pintu masuk resmi anggota TNI terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Imigrasi, Bea Cukai dan lainnya yang bertugas di Pos lintas batas.

Sasarannya termasuk antisipasi virus Corona. Ini karena disana banyak warga RRT ,” kata Danrem 161 / Wira Sakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman Sabtu, (17/2). Pengetatan ini lanjut Danrem juga untuk mengantisipasi pelintas batas ilegal yang sering memanfaatkan jalan tikus untuk berdagang gelap.

Khusus virus Corona, kelompok seperti ini susah dideteksi karena tidak ada pemeriksaan. Walau demikian aanggota terus berpatroli setiap saat digaris tapal batas ini. “Panjang garis tapal batas antara Negara Indonesia –Timor Leste sepanjang 286,8 km. Anggota terus patroli menelusuri garis tapal batas ini.

Banyak pelintas batas ilegal yang ditangkap di wilayah Indonesia dengan beragam modus, berdagang dan bertemu keluarga,” jelasnya. Danrem mengaku, masih adanya pelintas batas secar ilegal, karena mereka memanfaatkan hutan disepanjang tapal batas.

Mereka sepertinya memantau, begitu anggota sudah melewati lokasi dimaksud mereka menyebrang hanya berselang sekitar 15 – 20 menit dan kembali kewilayah mereka. “Banyak yang ditangkap anggota TNI. Mereka yang terlibat dagang, orangnya dan barang bukti diserahkan ke polisi untuk proses hukum. Sementara yang datang untuk bertemu keluarga diserahkan ke Imigrasi untuk Aplikasi Indopoker 88” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *