TNI Siapkan Sanksi Anggota Curi Kabel

TNI Siapkan Sanksi Anggota Curi Kabel

TNI Siapkan Sanksi Anggota Curi Kabel Bareng Warga Sipil

TNI Siapkan Sanksi Anggota Curi Kabel Bareng Warga Sipil – Pihak TNI masih menunggu hasil penyelidikan empat oknum anggota terlibat kasus pencurian kabel bersama sepuluh warga sipil di Klaten, Jawa Tengah.

“Kita masih menunggu proses dari pihak penyidik. Seperti apa hasilnya nanti baru diberikan sangsi hukumannya seperti apa (pada oknum TNI),” kata Susanto melalui Aplikasi IDNPlay 99 pesan singkat, Rabu.

Sebanyak empat orang oknum anggota TNI diduga terlibat pencurian kabel milik PT Telkom di Klaten, Jawa Tengah. Mereka berkomplot dengan delapan orang warga sipil melancarkan aksi pencurian.

Dilansir dari Antara, Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro, Kolonel Infantri Susanto mengatakan para oknum TNI yang diduga terlibat kini ditangani Detasemen Polisi Militer (Denpom) Solo. “Saat ini ditangani di Denpom Solo,” kata Susanto kemarin.

Kepala Penerangan Daerah Militer IV Diponegoro, Letkol (Kav) Susanto menyebut keempat anggota tersebut diamankan polisi militer. Sementara itu sepuluh warga lain yang turut terlibat digelandang ke Polres Klaten untuk dimintai keterangan.

Susanto juga membenarkan bahwa sepuluh warga lain yang turut terlibat digelandang ke Polrles Klaten untuk dimintai keterangan. Warga sipil yang tertangkap sudah jadi tersangka dan di dijerat dengan Pasal 362 dan 363 KUHP tentang pencurian.

Kemudian pada pukul 03.00 WIB, 10 masyarakat sipil yang terlibat kejadian itu kemudian diserahkan ke Polres Klaten, dan pukul 05.30 4 oknum TNI diserahkan ke Madenpom IV/4 Ska. Petugas Polsek Denpasar Timur, Bali, menangkap penjaga villa yang diduga melakukan pencurian tiga swalayan di lokasi berbeda di kota tersebut.

Ia mengatakan dari hasil interogasi awal pelaku yang bernama I Putu Agus Lastika (39) itu tidak mengakui perbuatannya tersebut. Namun, setelah ditunjukkan rekaman video pengawas (CCTV), akhirnya pelaku mengakui perbuatannya telah mencuri sebanyak tiga kali.

Kepala Penerangan Daerah Militer IV Diponegoro

Tiga lokasi tersebut berada salah satu swalayan Jalan Wr Supratman, sebuah toko di Jalan IB Japa dan Jalan Padma, Denpasar. Barang-barang hasil curian dari tiga TKP tersebut, kemudian dijual pelaku di warung di sekitar Denpasar.

“Pelaku mengakui melakukan pencurian tersebut seorang diri dengan cara memecahkan kaca dan mencongkel gembok pintu atau roling door, kemudian mengambil rokok dan sebagainya. Setelah itu rokok dijual ke warung-warung,” kata Karang Adiputra.

Ia menjelaskan, ketika pelaku diajak mencari barang bukti, saat itu pelaku berusaha melawan petugas kepolisian dan mencoba untuk melarikan diri. Alhasil, petugas melakukan tindakan dengan menembak bagian kaki pelaku.

Dari pemeriksaan sementara, Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan sang pelaku sudah sebulan dirumahkan dan tak mendapat gaji sehingga nekat mencuri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Budi Harianto membenarkan pengungkapan perkara itu. “Kami proses, sudah ditahan,” katanya.

Sementara itu Panglima Daerah Militer IV/Diponegoro Mayor Jenderal Mochammad Effendi mengatakan anggota TNI yang terlibat ada yang berasal dari Kodam Jaya. “Untuk proses hukum kami sudah berkoordinasi,” kata Effendi di Semarang, Rabu. Menurut dia, koordinasi untuk proses hukum dikoordinasikan pula dengan Polisi Militer Kodam Jaya.

Dalam kasus pencurian itu, pihak berwenang mengamankan 8 barang bukti yaitu 1 truk Mitsubhisi G 1589 LD, 1 Grand max AB 8482 ZQ, 1 Mobilio B 2045 BOQ, 1 Ran Innova B 1602 NKC, 4 buah linggis, 1 buah gergaji besi, 1 buah rol meter, dan 1 buah rantai besi

Susanto mengatakan keempat belas orang itu tertangkap melakukan aktivitas pencurian, Selasa pukul 00.45 WIB. Sesaat setelah digerebek, mereka dibawa terlebih dulu ke Kodim 0723/Klaten untuk pengusutan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *