Trump Dilarikan ke Bunker Saat Rusuh di Depan Gedung Putih

Trump Dilarikan ke Bunker Saat Rusuh di Depan Gedung Putih

Trump Dilarikan ke Bunker

Trump Dilarikan ke Bunker – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilarikan ke Bunker dari bawah tanah di Gedung Putih selam hampir satu jam pada Jumat kemarin di tengah kerusuhan para pendemo di depan Gedung Putih karena kematian George Floyd.

Baca juga : Mengenal Kapal Induk China Proyek Siaga Perang XI Jinping

Demikian dilaporkan stasiun televisi CNN mengutip seorang pejabat Gedung Putih dan seorang sumber di kepolisian.

Menurut laporan itu, Ibu Negara Melania Trump dan Barron, putra mereka, juga dilarikan ke bunker.

Dilansir dari laman Sputnik News, Selasa (2/6), sekumpulan massa bentrok dengan live22 deposit pulsa aparat keamanan dari siang hingga Jumat malam di depan Gedung Putih. Selama kejadian itu lebih dari 60 personel pasukan pengamanan presiden atau Secret Service terluka.

“Sangat dimungkinkan presiden dan keluarganya dipindahkan ke lokasi yang aman di tengah kerusuhan. Tentu kita tidak akan pernah tahu pasti karena Gedung Putih tidak mau memberikan informasi rinci tentang protokol pengamanan presiden. Bantahan Gedung Putih tentang apa yang mungkin terjadi itu bisa dibenarkan demi alasan keamanan atau bahan kepentingan politik. Trump kemungkinan tidak ingin dia diketahui dipindahkan ke lokasi yang aman karena tidak ingin terlihat lemah di depan para pendukungnya,” kata David Schultz, profesor politik di Universitas Hamline.

Para demonstran menyalakan api hanya beberapa blok dari kediaman Trump di Gedung Putih dan melemparkan botol=botol serta kembang api ke polisi. Sejumlah orang terluka dalam kejadian itu.

Pagawai Gedung Putih juga diminta cepat pulang

Trump belum berkomentar mengenai laporan ini. Dia sudah berulang kali menyebut CNN, the New York Times, dan the Washington Post sebagai media yang menyebarkan informasi bohong.

George Floyd, pria kulit hitam 46 tahun, tewas ketika dia diringkus polisi di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota pada Senin lalu. Kejadian ini memicu kemarahan warga karena isu rasial hingga bermunculan demonstrasi besar-besaran di kota-kota Amerika dari New York hingga Portland.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *