Trump Ingin Pulangkan Ribuan Mahasiswa

Trump Ingin Pulangkan Ribuan Mahasiswa

Cegah Mata mata Trump Ingin Pulangkan Ribuan Mahasiswa China

Cegah Mata mata Trump Ingin Pulangkan Ribuan Mahasiswa China – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sedang mempertimbangkan memulangkan ribuan mahasiswa pascasarjana asal China untuk mencegah dugaan spionase atau mata-mata. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Kamis.

Langkah ini kemungkinan akan menuai kritik dari pihak universitas yang sangat bergantung pada biaya kuliah mahasiswa asing. Selama ini mahasiswa asal China dan India menjadi sumber dana terbesar kampus.

Para aktivis Asia-Amerika sudah sejak lama menyuarakan keprihatinan akan penargetan mahasiswa China. Tindakan ini bisa berdampak pada masyarakat AS sendiri, di mana warga berketurunan Asia dapat dibayangi kecurigaan yang tidak berdasar.

“Ini seperti di zaman Uni Soviet. Ini adalah rezim Daftar IDN Poker Pulsa XL, tirani yang menimbulkan risiko nyata bagi Amerika Serikat,” kata seorang aktivis.

Dilansir dari Channel News Asia, New York Times mengatakan pihak administrasi Trump berencana membatalkan visa ribuan mahasiswa pascasarjana China di AS yang memiliki hubungan dengan militer Tiongkok.

“Ini bukan (seruan) penyebaran ketakutan, ini bukan (tindakan) rasis. Orang-orang China adalah orang yang hebat,” kata Pompeo ketika ditanya tentang keprihatinan tersebut.

Sebelumnya, Trump mengaku akan mengeluarkan pernyataan terkait respons AS terhadap sikap China di tengah ketegangan atas isu Hong Kong dan dampak pandemi virus corona pada Jumat waktu setempat.

Konferensi pers itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pompeo sebelumnya menyatakan kepada Kongres bahwa Hong Kong tidak lagi menjadi bagian otonomi China.

Trump akan mengeluarkan pernyataan respons AS

Hubungan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu terus memburuk setelah bersilang pendapat perihal asal mula wabah Covid-19.

Pemerintah Hong Kong memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa keputusan Amerika Serikat untuk tidak menganggap mereka sebagai daerah otonomi China bisa menjadi ‘pedang bermata dua’.

“Sanksi apa pun (yang dijatuhkan AS) adalah pedang bermata dua yang tidak hanya merugikan kepentingan Hong Kong tetapi juga merugikan secara signifikan bagi AS,” bunyi pernyataan pemerintah Hong Kong pada Kamis malam.

Hong Kong memperingatkan langkah AS itu bisa merusak hubungan keduanya, terutama dalam bidang perdagangan. Pemerintahan Pemimpin Eksekutif Carrie Lam menuturkan neraca perdagangan AS-Hong Kong selalu surplus sejak 2009-2018.

“Kami tahu dengan tantangan ini. Saya yakin, Presiden Trump akan mengambil (langkah ini),” kata Pompeo kepada Fox News. Sejumlah pihak di AS kecewa dengan respons Trump terhadap penyebaran virus corona sehingga negara itu menjadi negara paling terpapar parah pandemi.

Trump dinilai lambat dan penanganan yang tidak merata di seluruh wilayah AS. AS bahkan menjadi mitra dagang terbesar Hong Kong sejauh ini dengan total transaksi perdagangan sebesar US$297 miliar.

Relasi Hong Kong-AS yang merenggang juga dapat mempengaruhi sedikitnya 1.300 perusahaan Negeri Paman Sam yang berbasis di wilayah hub ekonomi Asia itu.

Dilansir Channel NewsAsia, pernyataan Hong Kong itu muncul setelah Trump mengumumkan akan merilis pernyataan AS terkait pengajuan RUU Keamanan Nasional Hong Kong yang diusulkan China.

Namun Trump balik menyalahkan China dan menyebut virus itu sebagai ‘virus China’. Dia juga mengancam akan memangkas dana AS untuk WHO, karena menuduh mereka bersikap bias terhadap Beijing dan membantu China menutup-nutupi wabah virus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *