Usai Hadapi Demo Kematian Floyd, Garda Nasional AS positif COVID-19

Usai Hadapi Demo Kematian Floyd, Garda Nasional AS positif COVID-19

Garda Nasional AS positif COVID-19

Garda Nasional AS positif COVID-19 – Anggota pasukan Garda Nasional Amerika Serikat di Washington dites positif Covid-19 usai ditugaskan menghadapi demonstrasi besar-besaran atas kematian pria kulit hitam George Floyd. Demikian di sampaikan Pasukan Garda Nasional kemarin.

Baca juga : Mantan Militan ISIS Direkrut Intelijen Inggris, Jadi Mata-mata

Juru bicara Pasukan Garda Nasional Washington Letnan Kolonel Brooke Davis mengatakan tidak bisa mengungkapkan berapa jumlah anggotanya yang positif usai menjalan tugas “operasi keamanan”. Mereka yang positif itu diketahui setelah 1.700 pasukan Garda Nasional dikerahkan menyusul unjuk rasa berujung kerusuhan di depan Gedung Putih pekan lalu.

Laman the Straits Times live22 deposit pulsa melaporkan, Rabu (9/6), Wali Kota Washington mengerahkan pasukan Garda Nasional dan pemerintah federal juga menambah pasukan pada 1 Juni lalu untuk menjaga ketertiban di lapangan setelah muncul kejadian penjarahan dan perusakan.

Pasukan Garda Nasional itu diperiksa Covid-19 sebelum dan sesudah bertugas di lapangan, kata Davis.

Meski sebagian demonstran memakai masker ketika turun ke jalan namun sebagian yang lain tidak dan aparat keamanan juga banyak yang tidak memakai masker di lapangan.

Baca juga : Sejarah Terjadinya Perang Dunia 2 yang Jadi Pertempuran Terbesar di Dunia

“Pasukan Garda Nasional menerapkan jaga jarak dan aturan memakai pakaian pelindung diri tetap berlaku di lokasi yang diperlukan,” kata Davis.

Pandemi Covid-19 sudah merenggut 112.000 nyawa di AS dan jumlah kasus positif mencapai lebih dari 2 juta dari 7,2 juta kasus di seluruh dunia.

Pasukan Misterius AS

Dalam beberapa hari terakhir di Washington, DC, warga menyaksikan ada aparat keamanan misterius yang dikerahkan Presiden Donald Trump di lapangan untuk menghadapi massa demonstran yang memprotes kematian pria kulit hitam, George Floyd. Dari mulai anggota militer, kepolisian hingga aparat Biro Penjara. Jalanan dipenuhi berbagai aparat keamanan dari berbagai institusi pemerintah yang semuanya bertujuan untuk mengamankan aksi massa demonstran.

Di tengah gemuruh tembakan gas air mata dan peluru karet, ada sesuatu yang membahayakan muncul. Polisi Washington DC diwajibkan memakai lencana identitas, tapi sejumlah aparat keamanan terlihat di kamera tidak memakai lencana atau identitas apa pun dan mereka bersenjata lengkap. Sebagian dari mereka menolak memberi tahu siapa mereka atau memberikan jawaban ambigu ketika ditanya mengapa tidak memakai lencana atau identitas. Direktur Biro Penjara Federal Michael Carvajal mengatakan petugas dari Biro Penjara tidak mesti memakai identitas karena mereka bertindak sudah sesuai institusi.

Risiko Keamanan

Dalam sudut pandang keamanan, video dan foto yang memperlihatkan aparat penegak hukum tanpa identitas. Bersenjata lengkap di ibu kota negara bisa menimbulkan masalah serius, kata Vinogard.

“Tanpa atribut atau lencana, sulit bagi siapa pun untuk mengetahui apakah mereka. Wewenang untuk menjalankan misi penegakkan hukum.” Bagaimana demonstran yang ditangkap. Atau ditanyai bisa mengetahui aparat itu punya hak untuk melakukan semua itu?

Baca juga : Seberapa Kuatkah Pertahanan Indonesia Sebenarnya?

Tanpa identitas aparat penegak hukum, situasi ini bisa menimbulkan risiko keamanan. Massa demonstran bersenjata bisa membaur dengan aparat yang tanpa identitas dan mengklaim mereka punya wewenang untuk menjalankan misi keamanan.

Petugas bersenjata lengkap tanpa identitas hampir sulit dibedakan dengan milisi sipil yang meneror para demonstran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *