Venezuela Jerat Dua Mantan Tentara

Venezuela Jerat Dua Mantan Tentara

Venezuela Jerat Dua Mantan Tentara AS dengan Pasal Terorisme

Venezuela Jerat Dua Mantan Tentara AS dengan Pasal Terorisme – Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mendakwa dua mantan tentara Amerika Serikat (AS) dengan delik terorisme dan konspirasi terkait upaya penculikan dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Kedua warga AS itu, Luke Alexander Denman dan Airan Berry adalah dua di antara 17 orang tentara bayaran yang ditangkap oleh militer Venezuela, Minggu dini hari. Delapan orang di antaranya dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Angkatan Darat AS telah mengkonfirmasi bahwa kedua orang itu adalah mantan anggota Baret Hijau yang pernah dikirim dalam misi di Irak.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pemerintah AS akan “menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mencoba mendapatkan mereka kembali.”

Saab juga mengatakan Venezuela telah meminta surat perintah penangkapan, yang juga dimasukkan dalam sistem Interpol, terhadap mantan petugas medis Angkatan Darat AS Jordan Goudreau, yang diduga mengorganisasi dan melatih pasukan tentara bayaran.

Bagi warga Venezuela yang terlibat dalam kasus ini, Saab menyebut akan mengadilinya karena “berkonspirasi dengan pemerintah asing.”

Dia menyatakan Guaido menandatangani kontrak senilai US$212 juta dengan “tentara bayaran sewaan” menggunakan dana yang disita AS dari perusahaan minyak Venezuela, PDVSA worcestershiresoldier.org

Mereka dilaporkan sempat menyerang pantai

Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap warga Venezuela yang berada di AS, Juan Jose Rendon, yang merupakan panasehat Guaido, dan Sergio Vergara.

Mereka dilaporkan sempat menyerang pantai di Venezuela untuk menangkap Maduro. Maduro juga sempat memperlihatkan dua buah paspor dengan lambang negara Amerika Serikat saat jumpa pers Senin lalu.

“Mereka yang ditangkap dalam penyerbuan tersebut adalah warga Amerika Serikat Airan Berry Sack, yang mengaku sebagai seorang tentara bayaran profesional AS, dan ajudan (Presiden AS) Donald Trump, dan Luke Alexander Denman, juga merupakan ajudan Donald Trump.

Mantan anggota korps Baret Hijau Angkatan Darat AS, Jordan Goudreau menyatakan dia serta Luke dan Airan memang ditugaskan dalam operasi militer bersandi “Gideon” untuk menangkap Maduro serta menumbangkan rezim pemerintahan Venezuela.

Sebelumnya, Maduro menuduh Presiden Donald Trump berada di balik dugaan invasi itu. Trump menolak tuduhan itu dengan mengatakan, “Jika saya ingin pergi ke Venezuela, saya tidak akan merahasiakannya.”

Saab juga menuding pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, yang didukung oleh AS dan lebih dari 50 negara lainnya, berada di belakang misi itu. Mereka dan seluruh anggota kelompok teroris tersebut sudah mengaku,” kata Maduro.

Jaksa Agung menyebut mereka didakwa dengan delik, “terorisme, konspirasi, perdagangan gelap senjata, dan keterkaitan [dengan kriminalitas]”. Ia menyebut mereka diancam 25-30 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *